Berita

Aplikasi Tiktok (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

TikTok Akhirnya Menyerah Jual Aset ke Amerika Serikat

JUMAT, 19 DESEMBER 2025 | 09:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah mempertimbangkan dengan waktu yang cukup lama, TikTok akhirnya mengambil langkah besar untuk mengamankan masa depannya di Amerika Serikat (AS).

Perusahaan induknya, ByteDance, telah menandatangani perjanjian mengikat untuk menjual sedikit di atas 80 persen aset TikTok di AS kepada konsorsium investor yang dipimpin pihak Amerika. Langkah ini dilakukan untuk menghindari larangan pemerintah AS terhadap aplikasi tersebut.

Kesepakatan ini disampaikan langsung oleh CEO TikTok, Shou Zi Chew, kepada para karyawan pada Kamis 18 Desember 2025. Ia menyebut kesepakatan tersebut penting bagi keberlangsungan TikTok di AS. 


"Kesepakatan ini akan memungkinkan lebih dari 170 juta warga Amerika untuk terus menemukan dunia dengan kemungkinan tanpa batas sebagai bagian dari komunitas global yang penting," kata Shou dalam memo internalnya, dikutip dari Reuters, Jumat 19 Desember 2025.

Langkah ini menjadi titik terang setelah bertahun-tahun ketidakpastian sejak 2020, ketika Presiden AS Donald Trump pertama kali mencoba melarang TikTok dengan alasan keamanan nasional. Kini, platform tersebut telah menjadi aplikasi yang digunakan secara rutin oleh lebih dari 170 juta orang di Amerika Serikat.

Rincian kesepakatan ini sesuai dengan rencana yang diumumkan pada September lalu. Saat itu, Trump menunda penerapan undang-undang pelarangan TikTok hingga 20 Januari, dengan syarat ByteDance harus menjual bisnis TikTok di AS. Trump juga menyatakan bahwa kesepakatan tersebut sudah memenuhi ketentuan divestasi.

Dalam perjanjian terbaru, ByteDance dan TikTok bekerja sama dengan tiga investor pengelola utama (Oracle, Silver Lake, dan MGX) untuk membentuk perusahaan patungan baru bernama TikTok USDS Joint Venture LLC, yang akan mengelola operasional TikTok di Amerika Serikat.

Struktur kepemilikannya adalah: 50 persen dimiliki konsorsium investor baru (masing-masing Oracle, Silver Lake, dan MGX sebesar 15 persen), 30,1 persen dimiliki afiliasi investor lama ByteDance, dan ByteDance sendiri mempertahankan 19,9 persen.

Kesepakatan ini dijadwalkan rampung pada 22 Januari dan diharapkan mengakhiri upaya panjang pemerintah AS untuk memaksa ByteDance melepas bisnis TikTok di negara tersebut karena kekhawatiran keamanan nasional.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya