Berita

Rapat Pleno Terbuka Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Tingkat Nasional Semester II Tahun 2025, yang digelar di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol No.29, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 17 Desember 2025. (Foto: Humas KPU)

Politik

Hasil Pemutakhiran Data KPU

Total Pemilih Naik jadi 211,8 Juta Jiwa Hingga Akhir 2025

RABU, 17 DESEMBER 2025 | 16:27 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menyelesaikan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Semester II 2025, yang mencatat jumlah pemilih mengalami kenaikan.

Hal itu ditetapkan dalam Rapat Pleno Terbuka PDPB Tingkat Nasional Semester II Tahun 2025, yang digelar di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol No.29, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 17 Desember 2025.

Dalam pemaparan Ketua KPU Mochammad Afifuddin, disebutkan total warga negara Indonesia yang masuk kategori pemilih dan ditetapkan dalam rapat pleno ini sebanyak 211.865.861 (211,8 juta).


Dari total pemilih mutakhir dalam negeri dan luar negeri itu, pemilih laki-laki hanya 49,84 persen atau sebanyak 105.583.893 jiwa. Sementara, pemilih perempuan 50,16 persen dari total atau 106.281.968 jiwa.

"Itu tadi rekapitulasi data pemilih yang kita, hasil pemutakhiran (data pemilih) berkelanjutan untuk Semester II Tahun 2025," ujar Afifuddin.

Dia menjelaskan, rekapitulasi PDPB dilakukan di 83.737 kelurahan dalam lingkup 7.285 kecamatan dan berada dalam wilayah 514 kabupaten/kota pada 38 provinsi.

"Sebagaimana pemutakhiran yang sudah dilaksanakan, dan ini sudah dihasilkan dari proses rekap di bawah tingkat kabupaten (dan kota), yang plenonya dilakukan di tingkat provinsi," urainya.

"Kemudian, (KPU) provinsi sudah menggelar pleno terbuka seperti ini di wilayah masing-masing. Selanjutnya, rekap dari masing-masing provinsi ditetapkan hari ini (di KPU RI)," sambung Afif.

Lebih lanjut, ditambahkan Anggota sekaligus Ketua Divisi Data dan Informasi KPU, Betty Epsilon Idroos terkait PDPB luar negeri, basis datanya juga mengacu pada Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) yang berasal dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri).

"Dan data luar negeri ini langsung dikerjakan oleh KPU Republik Indonesia, berkerja sama dengan Kemenlu (Kementerian Luar Negeri). Data diperbaharui dari DP4 luar negeri, dan kami juga sudah terima untuk kami sandingkan dengan data dalam negeri," urainya.

"Data yang dapat disandingkan dengan data dalam negeri, adalah yang ber-NIK (bernomor induk kependudukan). Yang tidak ber-NIK, tentu kami rely on (mengandalkan) atas data yang kami terima dari Kemenlu," sambung Betty menegaskan. 

Mengacu pada data pemilih tetap (DPT) yang ditetapkpan pada Pemilu Serentak 2024, terdapat 204,8 juta jiwa pemilih dengan rincian 203.056.748 jiwa adalah pemilih dalam negeri, dengan komposisi pemilih laki-laki 101.467.243 dan pemilih perempuan 101.589.505.

Sementara, untuk pemilih luar negeri di 128 negara perwakilan  sebanyak 1.750.474 jiwa, dengan rincian pemilih laki-laki 751.260 jiwa dan pemilih perempuan 999.214 jiwa.


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

KPK Tidak Ragu Tetapkan Yaqut Cholil Tersangka

Kamis, 08 Januari 2026 | 20:04

KPK Ultimatum Kader PDIP Nyumarno Hadiri Pemeriksaan

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:47

Wanita Ditembak Mati Agen ICE, Protes Meluas

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:43

Pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi Aria Dwi Nugraha Dicecar soal Aliran Uang Suap

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:31

Kader PDIP Nyumarno Mangkir dari Panggilan KPK

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:25

Akademisi UGM Dorong Penguatan Mata Kuliah Ekonomika Koperasi

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:19

Arab Saudi Klaim Pemimpin Separatis Yaman Selatan Melarikan Diri Lewat Somaliland

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:15

Presiden Prabowo Beri Penghargaan Ketua Umum GP Ansor

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:50

Istri Wawalkot Bandung Menangis di Sidang Praperadilan

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:45

Rizki Juniansyah Ngaku Tak Tahu Bakal Naik Pangkat Jadi Kapten TNI

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:32

Selengkapnya