Berita

Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), M. Hasanuddin Wahid. /istimewa

Politik

Deforestasi Makin Mengkhawatirkan, PKB Serukan Gerakan Nusantara Menanam

JUMAT, 12 DESEMBER 2025 | 14:29 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

DPP PKB menyerukan Gerakan Nusantara Menanam melalui aksi nyata penanaman pohon. Ini menyusul semakin mengkhawatirkannya deforestasi di Indonesia. 

Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), M. Hasanuddin Wahid atau akrab disapa Cak Udin, mengatakan titik pertama akan dilakukan di Titik Nol Ibu Kota Nusantara (IKN) dan akan terus digaungkan di sejumlah daerah lainnya.

Cak Udin menegaskan bahwa gerakan menanam bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret untuk menjaga bumi, memperbaiki lingkungan, dan mencegah bencana, termasuk banjir bandang yang kerap menghantam berbagai daerah.


“Bencana banjir bandang seringkali dipicu oleh rusaknya lingkungan. Karena itu, menanam pohon adalah ikhtiar paling sederhana namun dampaknya luar biasa. Lingkungan harus kita jaga dan rawat sebaik mungkin, mulai dari halaman, kampung, dan ruang hidup kita sendiri,” ujar Cak Udin, kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 12 Desember 2025. 

Anggota Komisi XI DPR RI itu menambahkan bahwa menjaga bumi harus dilakukan di manapun dan oleh siapapun. Sebab deforestasi nyatanya tidak hanya terjadi di Sumatera, tapi di hampir seluruh wilayah Indonesia.

“Titik Nol IKN ini hanya simbol, dan saya berharap gerakan Nusantara Menanam terus dilakukan di berbagai daerah, bukan hanya oleh kader PKB, tetapi oleh seluruh rakyat Indonesia. Semakin banyak yang menanam, semakin kuat pertahanan alam kita,” tegasnya.

Selain sebagai simbol kebangkitan ekologi, aksi menanam ini juga menjadi ajakan terbuka kepada masyarakat untuk kembali memulihkan hubungan dengan alam. Dengan cara sederhana, menanam satu pohon, masyarakat dapat turut memperpanjang umur bumi dan mengurangi risiko bencana.

Cak Udin menegaskan bahwa PKB akan terus mendorong gerakan-gerakan ekologis yang melibatkan masyarakat luas, terutama di daerah-daerah rawan bencana.

Data terbaru menunjukkan bahwa Indonesia masih mengalami kerusakan hutan yang signifikan. Pada tahun 2024, angka deforestasi netto mencapai sekitar 175.400 hektare, yakni luas hutan yang hilang setelah dikurangi oleh upaya reforestasi jumlah ini menunjukkan bahwa Indonesia masih kehilangan tutupan hutan penting yang berfungsi sebagai penyangga iklim dan bantalan alami terhadap bencana alam seperti banjir dan longsor.

Luas hutan di Indonesia pada tahun 2024 tercatat sekitar 95,5 juta hektare, sekitar setengah dari total daratan, namun tekanan terhadap hutan masih nyata akibat kebakaran, pembukaan lahan untuk perkebunan dan pertambangan, serta kerusakan hutan sekunder yang masif.

Sementara Kementerian Kehutanan mengklaim deforestasi nasional menurun (166.450 ha per September 2025, turun 23% dari 2024), namun prediksi WALHI menyebut bisa melonjak hingga 600.000 ha, dengan kasus kebakaran hutan dan lahan mencapai 8.594 ha hingga Juni 2025 (NTT, Kalbar, Riau termasuk yang terparah).

“Angka kerusakan hutan ini bukan sekadar statistik ia berimplikasi pada semakin tingginya risiko banjir bandang dan longsor. Kita perlu menguatkan kembali kapasitas alam kita melalui penghijauan dan pelestarian hutan. Tanaman satu per satu yang kita lakukan hari ini adalah investasi lingkungan untuk masa depan Indonesia,” pungkas Cak Udin.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya