Berita

Founder Citra Institute, Yusak Farchan. (Foto: Podcast RMOL)

Politik

Presiden Prabowo Diminta Berhati-hati Sikapi Usul Koalisi Permanen Bahlil

JUMAT, 12 DESEMBER 2025 | 12:42 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Presiden Prabowo Subianto diminta untuk berhati-hati dalam merespons usulan Koalisi Permanen yang disampaikan oleh Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Analis menilai usulan tersebut masih memiliki banyak variabel dan belum jelas arahnya.

Founder Citra Institute, Yusak Farchan, menyampaikan bahwa ada banyak perhitungan politik yang harus dipertimbangkan sebelum menyikapi usul tersebut.

"Ada banyak variabel yang harus dihitung," ujar Founder Citra Institute, Yusak Farchan kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Jumat, 12 Desember 2025.


Menurut dia, usul Koalisi Permanen yang disampaikan Bahlil masih bersifat ambigu, sehingga belum jelas arah tujuannya. Di satu sisi, Yusak memandang adanya makna koalisi permanen yang dimaksud Bahlil adalah untuk menghadapi kontestasi Pilpres 2029 yang akan datang.

"Kalau yang dimaksud Bahlil itu koalisi permanen menuju Pilpres 2029, maka seluruh fraksi minus PDIP idealnya berkoalisi mengusung Prabowo-Gibran di 2029," tuturnya.

"Skema koalisi seperti ini sangat memungkinkan, tetapi bergantung pada dinamika politik menjelang Pilpres 2029, seperti peluang munculnya figur baru, kompetitor Prabowo, akseptabilitas publik terhadap Gibran yang fluktuatif karena isu ijazah palsu, dan keberhasilan pemerintahan saat ini," sambung Yusak.

Oleh karena itu, Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) itu memperkirakan, apabila usul koalisi permanen yang disampaikan Bahlil untuk Pilpres 2029 maka masih terlalu dini.

"Jadi koalisi permanen menuju 2029 bisa jalan, bisa juga tidak," demikian Yusak menambahkan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya