Berita

Ketua Umum PBNU kubu Kramat Raya, KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya. (Foto: RMOL)

Politik

Gus Yahya Tak Masalah Muktamar NU Dipercepat Selama Penuhi Syarat

JUMAT, 12 DESEMBER 2025 | 08:50 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ketua Umum PBNU kubu Kramat Raya, KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya menanggapi wacana percepatan Muktamar Ke-35 NU yang sebelumnya disampaikan kubu Sultan dalam Rapat Pleno PBNU pada 9–10 Desember 2025. 

Menurutnya percepatan maupun penundaan Muktamar bukan persoalan selama seluruh ketentuan konstitusional organisasi terpenuhi. 

Gus Yahya menekankan Muktamar hanya dapat digelar secara sah apabila dipimpin bersama oleh Rais Aam dan Ketua Umum sebagai dua mandataris Muktamar sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). 


“Tidak ada masalah muktamar mau cepat atau lambat. Tapi syarat harus dipenuhi, yaitu muktamar dipimpin oleh Rais Aam dan Ketua Umum. Kalau cuma salah satu, tidak mungkin bisa dilaksanakan muktamar. Itu masalahnya,” ujar Gus Yahya lewat keterangan resminya, dikutip Jumat, 12 Desember 2025.

Ia menambahkan bahwa tanpa pemenuhan syarat tersebut, pelaksanaan Muktamar dapat cacat hukum dan justru memunculkan persoalan yang lebih besar bagi jam’iyyah. 
“Sudah lah, tidak ada jalan lain selain islah, daripada nanti muktamarnya jadi bermasalah, jadi tidak sempurna,” tegasnya. 

Gus Yahya menilai kesiapan organisasi lebih penting daripada sekadar mempercepat waktu penyelenggaraan. 

“Mari kita persiapkan muktamarnya bersama-sama. Mau cepat, mari. Mau besok pagi kalau sanggup ya mari. Yang penting muktamar ini benar. Jangan muktamar yang timpang, yang cacat, yang kurang sempurna,” pungkasnya.




Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya