Berita

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Dokumen RMOL)

Nusantara

Kementerian PKP Kebut Hunian Baru dengan Sistem Modular untuk Penyintas Bencana Sumatera

JUMAT, 12 DESEMBER 2025 | 08:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

RMOL. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tengah menyiapkan relokasi dan pembangunan hunian baru bagi warga yang kehilangan rumah akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menteri PKP Maruarar Sirait, atau Ara, mengungkapkan bahwa pendataan awal mencatat 112.551 unit rumah terdampak di tiga provinsi tersebut, mulai dari rusak ringan hingga hanyut.

“Angkanya terus bergerak, tapi sementara ini jumlahnya sekitar 112 ribu rumah,” ujar Ara, usai rapat koordinasi tingkat menteri di Jakarta, dikutip Jumat 12 Desember 2025. 


Sebaran kerusakan sementara tercatat mencapai 75.000 unit di Aceh, 28.600 unit di Sumatera Utara, dan hampir 9.000 unit di Sumatera Barat. 

Untuk langkah relokasi, PKP telah mulai memetakan 21 lokasi potensial, yaitu delapan di Aceh, delapan di Sumut, dan lima di Sumbar.

“Keamanan jadi pertimbangan utama, lalu legalitas lahan dan kedekatannya dengan sekolah, pasar, hingga fasilitas kesehatan,” jelas Ara.

Ia menegaskan survei kerusakan masih berjalan karena ratusan ribu unit harus dicek satu per satu sebelum diputuskan apakah perlu dibangun ulang, direlokasi, atau cukup direnovasi.

Sebagai opsi hunian cepat, pemerintah menyiapkan penggunaan rumah modular RISHA, yang bisa dirakit cepat menggunakan panel. Saat ini tersedia 470 unit di Medan dan 140 unit di Bandung, namun jumlahnya kemungkinan ditambah setelah kebutuhan dihitung secara detail.

PKP juga bekerja sama dengan Semen Indonesia Group untuk menentukan standar teknis dan biaya pembangunan, mulai dari kualitas panel hingga waktu instalasi.

Selain intervensi pemerintah, bantuan pihak nonpemerintah juga mulai mengalir. Yayasan Buddha Tzu Chi menyatakan kesiapan membangun 2.000 rumah bagi penyintas bencana.

“Ini bentuk gotong royong yang sangat kami hargai. Semua kontribusi akan kami integrasikan dengan program pemerintah,” kata Ara.

Tahap rekonstruksi penuh belum dimulai karena menunggu validasi final data kerusakan, namun seluruh persiapan terus dipercepat agar pelaksanaan dapat langsung berjalan setelah fase tanggap darurat berakhir.

“Kita harus punya data yang sama dulu sebelum menghitung kebutuhan anggarannya dan menentukan rumah mana yang dibangun baru, direlokasi, atau direnovasi,” tegasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Buya Anwar: Kasus Korupsi Bisa Picu Krisis Kepercayaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:18

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Raih Penghargaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:02

Ini Jadwal Lengkap Rencana Perjalanan Haji 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:45

Seragam Tak Mengubah Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:34

Cek Kesehatan Gratis Kini Lebih Mudah Diakses

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:19

Polda Banten: KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:59

Pembangunan KNMP Sima-Wabu Libatkan Warga Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:46

Korban Indosurya Berjuang Mencari Keadilan sejak 2020

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:13

Pramono Dorong Film Nasional Tembus Pasar ASEAN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:02

Galeri 24 Sabet Top 2 Kategori Retail dan Top 28 BUMN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 03:32

Selengkapnya