Berita

Ketua DPR RI Puan Maharani (tengah). (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Evaluasi Pemberian Beras Bencana Dilempar dari Helikopter

KAMIS, 04 DESEMBER 2025 | 01:02 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemberian bantuan untuk korban bencana Sumatera dengan cara dilempar dari atas helikopter, direspons Ketua DPR RI Puan Maharani. Menurutnya, cara tersebut tidak baik sehingga harus dievaluasi.

"Bahwa memang banyak sekali wilayah yang jalurnya itu terputus, jadi dilakukan melalui udara, namun kemudian cara pemberiannya mungkin dianggap kurang efektif atau kurang baik,” kata Puan kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 3 Desember 2025.

Legislator PDIP itu mengingatkan agar bantuan logistik yang diberikan untuk korban banjir harus tersalurkan dan bisa dimanfaatkan. Oleh karenanya, harus dipikirkan cara untuk menyalurkan logistik di tengah masih banyaknya akses jalan yang terputus.


"Jangan sampai bantuan yang datang pun kemudian tidak bisa bermanfaat bagi para korban. Jadi ini yang sebaiknya kita pikirkan langkah-langkah yang terbaik bagi masyarakat yang terdampak, bagi wilayah yang terkena terkena bencana tersebut," pungkas Puan.

Sebelumnya, video sejumlah warga korban bencana memunguti butiran beras yang tercampur tanah, viral di media sosial.

Dalam sebuah video yang viral di media sosial, tertulis keterangan beras itu berasal dari bantuan logistik untuk masyarakat yang terkena bencana alam banjir dan longsor di Tapanuli Utara. Beras itu tumpah lantaran dilempar dari helikopter.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya