Berita

Rombongan Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) berbincang bersama Dubes RI untuk Takhta Suci Michael Trias Kuncahyono berserta Istri di Kantor KBRI di via Marocco 10, EUR, Italia, Senin, 24 November 2025. (Foto: Dokumentasi PWKI)

Politik

Peziarah Asal Indonesia ke Vatikan Wajib Lapor KBRI

JUMAT, 28 NOVEMBER 2025 | 00:45 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Rombongan tur yang berkunjung ke Vatikan wajib melaporkan kedatangannya ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Takhta Suci ataupun KBRI Italia di Roma.

Hal itu disampaikan Duta Besar RI untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono demi keselamatan dan kelancaran peziarahan saat bertemu delegasi Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) di Kantor KBRI di via Marocco 10, EUR, Italia, Senin, 24 November 2025 waktu setempat.

“Tidak harus menemui kami di KBRI, tetapi melaporkan kedatangannya adalah hal yang sangat penting. Jika ada masalah, KBRI Takhta Suci bekerja sama dengan KBRI Italia bisa segera menanganinya,” tutur Trias Kuncahyono dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 27 November 2025.


Sebab, banyak kasus terjadi di tahun Yubileum saat jutaan wisatawan termasuk ribuan dari Indonesia yang berkunjung ke Italia untuk berziarah ada yang menjadi korban kecopetan, kehilangan paspor, mendadak sakit serius  ataupun meninggal dunia.

“Pernah ada wisatawan dari Indonesia mendadak sakit serius dan harus mendapat perawatan khusus tetapi ditinggalkan rombongan turnya di hotel atau di rumah sakit. Pihaknya hanya dapat memberi tahu keluarganya di Indonesia,” jelasnya.  

“Beruntung sebelumnya keluarga peziarah mencari informasi dan oleh temannya disarankan untuk menghubungi KBRI. Begitu terima info, kami segera berkoordinasi  mendatanginya dan mengantar ke rumah sakit dan membantu semua yang diperlukan hingga sembuh,” tambah Trias.

Belum lagi, ada seorang ibu kecopetan tas dan hilang paspornya langsung memberitahukan ke KBRI dan hari itu juga pihaknya bisa membuatkan paspor yang baru. 

Belajar dari banyak kasus yang terjadi, KBRI Untuk Takhta suci kemudian terdorong untuk mengeluarkan imbauan tersebut, dan dalam konteks ini, penyelenggara tour ataupun ziarah tidak bisa lepas tangan.

"Mereka harus juga bertanggung jawab terhadap peserta tur yang terkena musibah. Misalnya, penyelenggara tur harus mengecek asuransi perjalanan, besarnya pertanggungan dan hari yang dipertanggungkan," pungkas Trias.

Rombongan PWKI yang menemui Dubes Trias Kuncahyono berjumlah 9 orang dipimpin oleh Penasihat PWKI selaku Ketua Delegasi CF Mayong Suryo Laksono, dan didampingi Penasihat sekaligus Pendiri PWKI AM Putut Prabantoro. 

Turut mendampingi PWKI adalah Rm Agus Manuk Keluli OCD, pastor yang 10 tahun terakhir berkarya di Italia.

Dalam pertemuan tersebut, Trias Kuncahyono didampingi oleh Pejabat Fungsi Pensosbud/Konselor Haryadi Satya, dan Sekretaris Dubes Hari Wahono Patriadi, serta dua mahasiswi Indonesia asal Jakarta yang tengah magang di KBRI Vatikan, Astrid dan Stefanie.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya