Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Eriina)

Bisnis

Pasar Eropa: STOXX 600 dan DAX Tumbang

RABU, 19 NOVEMBER 2025 | 07:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa tersungkur seiring sentimen pasar global yang tertekan oleh kekhawatiran valuasi berlebih sektor teknologi serta meredupnya peluang pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat.

Kecemasan investor tercermin dari lonjakan indeks volatilitas yang melejit 2,7 poin ke 22,89, level tertinggi sejak gejolak saham perbankan regional Amerika Serikat (AS) pada pertengahan Oktober.

Indeks pan-Eropa STOXX 600 merosot 1,76 persen atau 10,06 poin menjadi 561,62 pada penutupan perdagangan Selasa 18 November 2025 waktu setempat, menyentuh level terendah satu bulan sekaligus mencatat penurunan harian terbesar sejak Agustus, 


Bursa regional utama juga bertumbangan. Indeks DAX Jerman anjlok 1,77 persen atau 417,47 poin ke posisi 23.173,05.  Sementara FTSE 100 Inggris turun 1,27 persen atau 123,13 poin menjadi 9.552,30, dan CAC Prancis merosot 1,86 persen atau 151,09 poin ke 7.967,93.

Sentimen global juga rapuh menjelang laporan keuangan Nvidia, yang sangat diantisipasi karena perusahaan ini menjadi tolok ukur utama reli saham terkait kecerdasan buatan.

Saham produsen peralatan AI berguguran. Saham Siemens Energy anjlok 6,4 persen, Schneider Electric menyusut 2,4 persen, sementara ABB merosot 4,1 persen setelah hanya mengulangi proyeksi pertumbuhan pendapatan sehingga mengecewakan pasar.

Saham otomotif juga terkoreksi 2,9 persen, dengan Stellantis jatuh 4,4 persen. Sektor pertambangan turun 2,6 persen, dan saham teknologi melemah 1,8 persen.

Saham Ocado juga anjlok 17,4 persen setelah Kroger mengumumkan akan menutup tiga gudang otomasi pada Januari, pukulan besar bagi prospek bisnis teknologi Ocado.

Saham Roche melejit 6,8 persen berkat hasil positif obat oral eksperimental giredestrant yang terbukti menurunkan risiko kekambuhan salah satu jenis kanker payudara umum setelah operasi.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya