Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: RMOL/Alifia Dwwi)

Bisnis

Pemerintah Siapkan Anggaran Rp130 Triliun untuk Kredit Perumahan Tahun Depan

SELASA, 18 NOVEMBER 2025 | 12:31 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah menyiapkan pendanaan jumbo hingga Rp130 triliun untuk Kredit Program Perumahan (KPP) pada 2026. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan realisasi tahap awal program pembiayaan rumah berbunga rendah itu dapat mencapai Rp28 triliun pada kuartal I 2026.

“Rp130 triliun yang perumahan jadi ini nantinya akan menjadi on top. Tetapi tahap awal yang kami harapkan bisa selesai pada kuartal I adalah sekitar Rp28 triliun,” ujar Airlangga di saat ditemui di kantornya, Jakarta, pada Senin, 17 November 2025.


Untuk mencapai target tersebut, ia meminta bank-bank penyalur, terutama bank milik negara, mempersiapkan strategi agar penyaluran KPP bisa berjalan tanpa hambatan. Ia juga meminta dukungan Danantara dan KP BUMN untuk memastikan kesiapan sistem perbankan.

“Karena ini program baru, tentu perlu ada rapat lanjutan,” kata Airlangga.

Sejak diluncurkan pada 21 Oktober 2025, penyaluran KPP sudah mencapai Rp492,13 miliar per 15 November 2025. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyebut penyaluran tersebut berasal dari sembilan bank pemerintah dan swasta.

Menteri yang akrab disapa Ara itu mengatakan bank swasta mendominasi penyaluran KPP sejauh ini. Bank Nobu tercatat berada di posisi teratas dengan penyaluran Rp280 miliar. Disusul BNI Rp91,9 miliar, BTN Rp73 miliar, Bank Artha Graha Rp5 miliar, dan BPD DIY Rp3 miliar.

“Capaian ini menunjukkan program perumahan pemerintahan Pak Prabowo mendapat respons positif,” ujarnya pada kesempatan yang sama.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya