Berita

Founder Pusat Studi Air Power Indonesia, Chappy Hakim di International Conference on Global Issues (ICGI) 2025 Jakarta, Rabu, 12 November 2025. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Politik

ICGI 2025: Kolaborasi Global untuk Perdamaian Dunia

RABU, 12 NOVEMBER 2025 | 23:27 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kolaborasi global dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia menjadi sangat krusial di tengah dinamika geopolitik saat ini.

Hal ini dikupas dalam gelaran International Conference on Global Issues (ICGI) 2025 bertema Future of World: Making Peace Against All Odds yang digelar di Gedung Auditorium Universitas Nasional (Unas), Jakarta, Rabu, 12 November 2025.

Konferensi ini turut dihadiri para duta besar dan perwakilan dari berbagai negara, di antaranya Dubes Malaysia untuk Indonesia, Dato’ Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin; Dubes Turki untuk Indonesia, Prof Talip Küçükçan; Dubes Indonesia untuk Ukraina periode 2017-2021 sekaligus Guru Besar Unas, Prof Yuddy Chrisnandi; Kepala Staf TNI AU periode 2002 -2005 dan founder Pusat Studi Air Power Indonesia, Chappy Hakim dan beberapa narasumber lain.


“Saat ini banyak tantangan dan ketegangan politik yang muncul dan dikhawatirkan berpotensi konflik besar di masa depan. Melalui forum ini, kita berupaya membangun kembali semangat perdamaian dengan melibatkan para pemimpin, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat global,” kata Ketua Pelaksana ICGI 2025, Robi Nurhadi.

Lebih lanjut ia menegaskan, perdamaian bukan hanya tanggung jawab para pemimpin politik, melainkan tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat.

“Melalui ICGI, UNAS berkomitmen menjadi jembatan bagi dialog lintas negara dan budaya untuk menciptakan dunia yang lebih damai,” tambahnya.

Dalam paparannya, Prof Yuddy Chrisnandi menegaskan pentingnya kolaborasi global berlandaskan etika dan realisme politik dalam membangun perdamaian dunia.

Dalam pidatonya yang bertajuk How Can The World Move Beyond Cycles Of Conflict And Build A Sustainable Future Where Peace Prevails, Prof Yuddy mengulas dinamika konflik internasional yang masih terus terjadi di berbagai belahan dunia, seperti di Ukraina, Sudan, Suriah, dan Myanmar.

Ia menyebut bahwa tantangan utama hubungan internasional saat ini terletak pada dilema antara idealisme global dan kepentingan nasional.

“Dunia modern membutuhkan kolaborasi politik yang etis tanpa kehilangan identitas dan kedaulatan nasional,” ujar Prof Yuddy.

Sementara itu, Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim menekankan pentingnya transformasi peran militer dari sekadar alat pertahanan menjadi instrumen diplomasi dan perdamaian global. Ia menyoroti bagaimana kekuatan udara kini menjadi elemen paling strategis dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas nasional.

“Kemenangan tertinggi bukanlah mengalahkan musuh, melainkan mencegah konflik itu sendiri,” ujar Chappy.

Chappy menegaskan kepemimpinan militer modern harus memiliki dimensi moral kuat, yaitu mengutamakan kebijaksanaan, tanggung jawab, dan empati dalam setiap keputusan strategis. Menurutnya, pergeseran paradigma dari defense ke diplomacy bukanlah tanda kelemahan, tetapi ekspresi tertinggi dari kekuatan dan kematangan bangsa.

Chappy juga menyerukan perlunya pendidikan militer yang lebih holistik, tidak hanya mengajarkan taktik dan strategi, tetapi juga etika, sejarah, dan psikologi agar perwira masa depan mampu menjadi 'arsitek perdamaian', bukan sekadar prajurit.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya