Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Pasar Asia Menguat Ditopang Saham AI dan Harapan Akhir Shutdown AS

SELASA, 11 NOVEMBER 2025 | 09:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham di kawasan Asia memulai perdagangan Selasa pagi 11 November 2025 dengan optimisme tinggi. Sentimen ini merupakan kelanjutan dari lonjakan kuat yang terjadi di bursa Wall Street dan Eropa sebelumnya, juga didorong oleh dua kabar baik global pulihnya minat terhadap saham-saham Kecerdasan Buatan (AI) dan meningkatnya harapan akan segera berakhirnya penutupan pemerintahan (shutdown) di Amerika Serikat.

Kekuatan ini dipimpin oleh rebound saham teknologi AS. Saham-saham besar seperti Nvidia melesat 5,8 persen, induk Google (Alphabet) naik 4 persen, dan Microsoft menguat 1,9 persen setelah mengakhiri periode penurunan panjangnya. Pemulihan saham teknologi ini menjadi kunci utama yang memicu kenaikan di pasar Asia.

Di kawasan Asia, bursa saham Korea Selatan menjadi yang paling agresif. Indeks Kospi dibuka melonjak tajam dan melanjutkan kenaikan hingga mencapai 2,66 persen, memimpin reli saham teknologi dan AI di Asia. 


Sementara itu, bursa Jepang juga turut menguat; indeks Nikkei 225 melaju 0,84 persen dan Topix naik 0,52 persen. Di Australia, indeks ASX 200 juga dibuka naik dan stabil di zona hijau, menguat 0,13 persen di awal sesi.

Berbeda dengan lonjakan di bursa regional, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia diperkirakan lebih hati-hati hari ini. Setelah sempat menembus rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di 8.478 pada perdagangan kemarin, IHSG justru ditutup melemah tipis 0,04 persen di level 8.391.

Analis memprediksi IHSG hari ini berisiko bergerak mixed atau melemah terbatas, terutama karena adanya aksi ambil untung (profit taking) oleh investor setelah kenaikan tajam sebelumnya. Namun, sentimen positif yang kuat dari pasar global berpeluang menahan pelemahan tersebut dan mendorong IHSG untuk mencoba kembali ke zona hijau, dengan level support di 8.350 dan resistance di 8.450.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya