Berita

Kediaman pribadi Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Khamozaro Waruwu ludes terbakar (Foto: DPKP Medan)

Hukum

Pengamanan Jaksa Kasus Suap Diperketat Usai Rumah Hakim Medan Terbakar

SELASA, 11 NOVEMBER 2025 | 07:31 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menangani sidang kasus dugaan suap proyek jalan di Sumatera Utara (Sumut) kini berada di bawah pengamanan ketat. Peningkatan keamanan ini dilakukan menyusul peristiwa terbakarnya rumah seorang Hakim Pengadilan Negeri Medan.

Plt. Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi terkait kebakaran yang menimpa rumah Hakim Khamozaro Waruwu.

Asep Guntur menjelaskan bahwa langkah pengamanan ini adalah respons wajar atas kejadian yang menimpa Hakim Khamozaro.


"Tentunya kami meningkatkan kewaspadaan bagi para Jaksa Penuntut Umum yang saat ini sedang melakukan tugasnya, melakukan penuntutan dalam kegiatan atau persidangan terkait dengan perkara tangkap tangan di Sumatera Utara," kata Asep, seperti dikutip RMOL di Jakarta, Selasa 11 November 2025.

Insiden kebakaran rumah Hakim Khamozaro terjadi pada Selasa, 4 November 2025. Peristiwa ini terjadi hanya beberapa hari setelah Hakim tersebut memerintahkan tim JPU untuk menghadirkan Gubernur Sumut, Bobby Nasution, sebagai saksi dalam persidangan kasus suap proyek jalan tersebut.

Untuk menjamin keselamatan, tim JPU yang bertugas di Medan saat ini dilengkapi dengan pengamanan dari KPK.

"Para JPU yang di sini [bersidang di kasus suap proyek jalan] itu menginap di sana [Kota Medan], kami juga lengkapi dengan teman-teman yang pengamanan dari KPK," jelas Asep. Ia menegaskan bahwa peningkatan kewaspadaan ini adalah tindakan yang harus diambil KPK.

Terkait insiden kebakaran itu sendiri, KPK berharap agar Kepolisian dapat mengusut tuntas penyebab kejadiannya.

"Kami mendukung upaya penyelidikan dan penyidikan yang tentunya dilakukan oleh pihak Kepolisian. Semoga bisa terbuka ya kejadiannya kenapa atau penyebabnya apa," ujar Asep. "Kami memberikan kesempatan kepada kepolisian... untuk melakukan investigasi terkait masalah tersebut."

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya