Berita

Adik Marsinah, Wijiyati memandang foto kakaknya usai mengikuti prosesi upacara pemberian gelar pahlawan di Istana Negara, Jakarta, Senin 10 November 2025. (Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Politik

KSPSI Bahagia Marsinah Dapat Gelar Pahlawan Nasional

SELASA, 11 NOVEMBER 2025 | 05:18 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Keluarga besar Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) merasa bahagia Marsinah dianugerahi gelar pahlawan nasional.

Marsinah, aktivis buruh yang dibunuh dengan didahului penyiksaan pada tahun 1993, merupakan anggota Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) atau sekarang KSPSI.

"Alhamdulillah akhirnya menjadi kenyataan. Artinya apa yang diperjuangkan oleh Marsinah yang juga merupakan anggota SPSI di pabrik jam tangan milik PT Catur Putra Surya di Porong Sidoarjo adalah hal yang benar dan mulia," ujar Ketua Umum DPP KSPSI Jumhur Hidayat dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi di Jakarta, Senin malam, 10 November 2025.


Marsinah sebagai pahlawan nasional diumumkan Presiden Prabowo Subianto dalam upacara peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara.

Dalam pidato Hari Buruh 1 Mei di Monas, Presiden Prabowo dengan yakin mengindikasikan bahwa pejuang buruh wanita yang menyuarakan kebenaran dan keadilan asal Nganjuk itu bisa mendapat gelar Pahlawan Nasional.

Saat menyampaikan rencana pemberian gelar itu pidato Presiden langsung disambut gemuruh ratusan ribu buruh yang hadir.

Ketua DPD LEM KSPSI Jawa Timur Muhaji mengatakan Marsinah memang sangat aktif dan rela berkorban membela teman-temannya sesama buruh di perusahaan PT Catur Putra Surya (CPS). Buruh atau pekerja anggota SPSI sangat tertolong dengan kehadiran Marsinah. Berbagai tuntutan pemenuhan hak pekerja bisa dikabulkan akibat perjuangan Marsinah.

"Dulu itu Marsinah bekerja di PT CPS dan serikat pekerja di sana pada saat itu hanya ada satu yaitu SPSI. Walau hanya sebagai anggota biasa atau bukan Pengurus Unit Kerja, namun Marsinah bersuara sangat lantang dan berhasil menggalang solidaritas buruh untuk berani memperjuangkan hak-hak buruh," tegas Muhaji

PT CPS sendiri masih tetap berdiri hingga sekarang namun hanya yang berada di Surabaya karena yang di Porong sudah tutup akibat bencana Lumpur Lapindo. Saat ini pengurus unit kerja serikatnya menjadi bagian dari Federasi Serikat Pekerja LEM (Logam, Elektronik dan Mesin) yang merupakan bagian dari KSPSI. 

Seperti mengenang pada masa-masa sulitnya aktif di gerakan buruh, Jumhur juga menyampaikan meski SPSI saat itu wadah tunggal, tetap ada saja pengurus atau aktivisnya yang berhadapan dengan aparat militer.

“Saya mendapat cerita dari para senior bahwa beberapa pengurus SPSI di berbagai daerah ada juga yang keluar masuk tahanan bahkan sampai direndam di air berlintah akibat memperjuangkan nasib buruh," pungkas Jumhur.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Yang Rada Gila

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:23

KPK Wanti-wanti Bantuan Korban Gempa NTT Jangan Dikorupsi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:17

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.090 Triliun di Triwulan II 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:10

Putin dan Prabowo Bakal Gelar Pertemuan di Vladivostok Awal September

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:09

Pembukaan Rapat Paripurna Diawali Ucapan Duka Cita untuk Korban Gempa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:06

Menanti Nasib Investasi INA-SRF Usai Menang Gugatan Lawan Kimia Farma

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:02

Penangguhan Penahanan Asrul Azis Taba Ditolak

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:56

BPK Dorong Tata Kelola Kementerian Hukum Naik Kelas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:46

Kelahiran Anak Gajah Sumatera di Padang Sugihan Jadi Kado Istimewa HUT RI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:40

Pelemahan Rupiah Bisa Tekan Subsidi hingga Inflasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:34

Selengkapnya