Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelligence)

Bisnis

Harga Emas Dunia Ambles hingga 5,5 Persen jadi yang Terburuk dalam Lima Tahun

RABU, 22 OKTOBER 2025 | 07:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia menukik tajam, anjlokk 5,5 persen ke 4.115,26 Dolar AS per ons, penurunan harian terbesar sejak 2020, akibat aksi ambil untung setelah reli kuat yang sebelumnya mendorong logam mulia itu ke rekor tertinggi.

Penguatan Dolar AS juga menjadi pendorong penurunan harga emas. Indeks Dolar AS (Indeks DXY) menguat 0,4 persen, menjadikan emas yang dihargakan dalam greenback lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Dikutip dari Reuters, emas spot anjlok 5,5 persen ke posisi terendah sepekan di level 4.115,26 per ons pada perdagangan Selasa 21 Oktober 2025 waktu setempat, atau Rabu dini har WIB.  Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat kontrak untuk pengiriman Desember ditutup merosot 5,7 persen menjadi 4.109,10 Dolar AS per ons.


Selain emas, harga perak spot jatuh 7,6 persen menjadi 48,49 Dolar AS per ons.

Harga platinum juga melorot 5,9 persen menjadi 1.541,85 Dolar AS. Paladium menyusut 5,3 persen menjadi 1.417,25 Dolar AS per ons.

Investor kini menantikan rilis data indeks harga konsumen (CPI) Amerika untuk September pada Jumat mendatang, yang sempat tertunda akibat penutupan pemerintahan. Data tersebut diperkirakan menunjukkan inflasi tahunan sebesar 3,1 persen.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya