Berita

Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran pemimpin dunia di KTT Perdamaian Gaza, di Sharm el-Sheikh, Mesir (Foto: BPMI Setpres)

Dunia

Langkah Bersejarah Indonesia Menuju Perdamaian Palestina

RABU, 15 OKTOBER 2025 | 23:15 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto di KTT Perdamaian Gaza di Sharm el-Sheikh, Mesir pada awal pekan ini menunjukkan posisi Indonesia yang semakin dihormati di kancah internasional. 

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya dalam sebuah pernyataan di Jakarta, seperti dikutip pada Rabu, 15 Oktober 2025. 

“Ini adalah momentum yang sangat baik bagi Indonesia,” ujarnya.


Seskab menambahkan, kehadiran Indonesia dalam pertemuan Sharm el-Sheikh menandai peran aktif negara dalam proses perdamaian. 

“Indonesia di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo tidak menjadi penonton, tapi kita turut serta menjadi salah satu penentu dan salah satu pencetak sejarah dalam perdamaian di Timur Tengah khususnya di Palestina,” kata Seskab.

Forum di Sharm el-Sheikh menghasilkan penandatanganan kesepakatan damai dan penghentian perang di Palestina, khususnya di wilayah Gaza.

Pertemuan tingkat tinggi tersebut dihadiri oleh sejumlah pemimpin negara-negara penting dunia seperti Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Presiden Prancis, Raja Bahrain, Raja Yordania, Perdana Menteri Italia, Presiden Turki, Emir Qatar, Emir Kuwait, serta Perdana Menteri Inggris, Spanyol, dan Pakistan. 

Partisipasi aktif Indonesia mencerminkan peran strategis dalam mendorong perdamaian global, khususnya di kawasan yang sarat konflik seperti Palestina.

Presiden Prabowo dikenal memiliki perhatian khusus terhadap isu Palestina dan Timur Tengah. 

Komitmen Indonesia diwujudkan melalui dua pendekatan utama. Pertama, diplomasi aktif, dengan secara konsisten menyuarakan dukungan terhadap gencatan senjata permanen dan solusi nyata dalam berbagai forum internasional. 

Kedua, aksi nyata, antara lain dengan mengirim lebih dari 100 tenaga kesehatan dan dokter ke Palestina, mengundang puluhan anak Palestina untuk belajar di Universitas Pertahanan, serta menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui kapal rumah sakit dan empat kali pengiriman logistik udara dengan sistem drop off.

Teddy menegaskan bahwa proses pengiriman bantuan udara tersebut tidak mudah karena memerlukan izin lintas wilayah dari berbagai negara. 

“Ini butuh diplomasi yang kuat dan kedekatan pribadi dengan pimpinan-pimpinan di negara tersebut,” tandasnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya