Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

PSI Disarankan Minta Bantuan Purbaya Umumkan Mr J

SELASA, 14 OKTOBER 2025 | 09:14 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Sosok berinisial J yang disebut sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) masih menjadi tanda tanya. 

Analis komunikasi politik Hendri Satrio, menilai penundaan pengumuman ini sengaja dilakukan PSI karena popularitas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang tengah meningkat di mata publik.

"PSI itu enggak akan ngumumin Mister J selama Purbaya eksis, enggak mungkin kan mereka ngumumin kemudian hilang ditelan Purbaya," ujar Hensat, sapaan akrabnya kepada RMOL di Jakarta, Selasa, 14 Oktober 2025.


Dia menilai, lonjakan popularitas Purbaya, yang bahkan digadang-gadang sebagai kandidat calon wakil presiden 2029, membuat PSI ragu mengungkap identitas Mr J. Popularitas Purbaya dinilai menyita perhatian publik, sehingga pengumuman "Mr J" berisiko tenggelam.

"Seberapa besar pun usaha PSI untuk merawat misteri sosok J, selama Purbaya masih eksis, masyarakat tidak akan peduli. Mr J tidak akan trending, kalah menarik dengan eksistensi Purbaya," ujar Hensat.

Di tengah popularitas Purbaya yang kian meroket, Hensat menyarankan PSI segera mengumumkan identitas "J" agar tetap relevan. Ia bahkan mengusulkan PSI memanfaatkan popularitas Purbaya untuk membuat pengumuman tersebut lebih viral.

"Segera umumkan siapa 'J' itu. Kalau perlu, minta tolong Purbaya agar viralnya terjaga," pungkasnya.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

DPR Minta Data WNI di Kawasan Konflik Diperbarui, Evakuasi Harus Disiapkan

Selasa, 03 Maret 2026 | 14:17

Umat Diserukan Salat Gerhana Bulan dan Perbanyak Memohon Ampunan

Selasa, 03 Maret 2026 | 14:05

KPK Terus Buru Pihak Lain yang Terkait dalam OTT Bupati Pekalongan

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:56

Putin dan MBS Diskusi Bahas Eskalasi Timur Tengah

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:46

MBG Perkuat Fondasi SDM Sejak Dini

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:46

Siap-siap Libur Panjang Lebaran 2026, Catat Jadwal Sekolah dan Cuti Bersama

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:45

Angkat Kaki dari BOP Keputusan Dilematis bagi Indonesia

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:40

Sunni dan Syiah Tak Bisa Dibentur-benturkan

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:25

Perang Iran-AS Bisa Picu PHK Besar-besaran di Indonesia

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:19

Melania Bicara Perlindungan Anak di DK PBB Saat Perang Iran Makin Panas

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:18

Selengkapnya