Berita

Ilustrasi - Jaksa Agung ST Burhanuddin melantik pejabat baru Kejaksaan. (Foto: Dokumentasi Kejagung)

Hukum

Jaksa Agung Mutasi 73 Personel, 9 Kajati Digeser ke Kejagung

SELASA, 14 OKTOBER 2025 | 03:40 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin merotasi jabatan dalam lingkungan Kejaksaaan. Dari mutasi terbaru ini 17 Kepala Kejaksaaan Tinggi (Kajati) dimutasi dimana sembilan diantaranya ditarik ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

Mutasi tertuang dalam Keputusan Nomor 854 Tahun 2025 Tentang Pemberhentian Dan Pengangkatan Dari Dan Dalam Jabatan Struktural Pegawai Negeri Sipil Kejaksaan Republik Indonesia. Total ada 73 personil yang dimutasi berdasarkan keputusan yang ditandatangani Jaksa Agung tanggal 13 Oktober 2025 ini.

"Benar bahwa telah beredar adanya sejumlah mutasi di jajaran Kejaksaan di mana ini merupakan bagian daripada rotasi dan mutasi jabatan dalam rangka penyegaran organisasi juga bagian dari promosi,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta.


Salah satu yang dimutasi yakni Kajati Kalimantan Selatan Rina Virawati, dimutasi menjadi Sekretaris Jaksa Agung Muda Pembinaan pada Kejaksaan Agung. Posisi Rina di Kalsel digantikan Tiyas Widiarto yang sebelumnya menjabat Kepala Biro Perencanaan pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Kejaksaan Agung.

Lalu Kajati Kalimantan Barat Ahelya Abustam, Kajati Sulawesi Utara Andi Muhammad Taufik dan Kajati Sumatera Selatan Yulianto. Masing-masing dimutasi mengisi jabatan sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara, Sekretaris Jaksa Agung Muda Pengawasan, serta Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan.

Adapun posisi Kajati Kalbar kini dijabat Emilwan Ridwan yang sebelumnya menjabat Kepala Pusat Penyelesaian Aset pada Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung, Kajati Sulut diisi Jacop Hendrik Pattipeilohy yang dimutasi dari Direktur I Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung, lalu Kajati Sumsel dijabat Ketut Sumedana yang bergeser posisi dari Kajati Bali.

Berikutnya Kajati Sumatera Barat Yuni Daru Winarsih dimutasi menjadi Direktur Tata Usaha Negara pada Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung, Kajati Nusa Tenggara Timur Zet Tadung Allo menjadi Direktur Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer, kemudianbKajati Sulawesi Selatan Agus Salim menjadi Inspektur Keuangan II pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung.

Riono Budisantoso yang sebelumnya menjabat Kajati Daerah Istimewa Yogyakarta digeser menjadi Direktur Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung. Lalu terakhir Kajati yang ditarik ke pusat adalah Kajati Maluku Agoes Soenanto Prasetyo dimutasi menjadi Direktur C pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung.

Berdasarkan surat mutasi yang sama Kajati Sumbar kini dijabat Muhibuddin yang bergeser posisi dari Direktur Pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung. Kajati NTT dijabat Roch Adi Wibowo yang sebelumnya menjabat Kepala Pusat Data Statistik Kriminal dan Teknologi Informasi pada Kejaksaan Agung. Kemudian Kajati Sulsel dijabat Didik Farkhan Alisyahdi yang dimutasi dari Inspektur Keuangan II pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung.

Adapun Kajati DI Yogyakarta dijabat Gde Ngurah Sriada yang dimutasi dari Direktur B pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung, kemudian Kajati Maluku dijabat Rudy Irmawan yang sebelumnya menjabat Direktur Pertimbangan Hukum pada Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya