Berita

Peserta dialog kebangsaan di Gedung Garuda Gelora Bung Karno, Bumi Jaya, Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur pada Sabtu, 11 Oktober 2025. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Politik

Pancasila dan Bung Karno Simbol Kebangkitan Nusantara

MINGGU, 12 OKTOBER 2025 | 03:18 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kepemimpinan Bung Karno sang proklamator kemerdekaan Indonesia baik di dalam negeri maupun perlawanan di dunia internasional dalam menghadapi neokolonialisme dan imperialisme (neokolim) harus menjadi penyemangat bagi kehidupan bangsa saat ini.

Hal itu disampaikan Ketua Galeri Bung Karno, Ayu Fransisca Sunarti dalam dialog kebangsaan di Gedung Garuda Gelora Bung Karno, Bumi Jaya, Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur pada Sabtu, 11 Oktober 2025.

“Sampai hari ini kita bisa berdiri di tempat ini, semuanya adalah kekuatan serta rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Hari ini kita yakin Indonesia akan bangkit. Bangkit mengungkit profit, jadi bukan kita bangkit, hanya sebatas bangkit-bangkitan, tapi bagaimana caranya kita mengungkit profit? Bung Karno adalah simbol konsolidasi,” ujar Ayu dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu malam, 11 Oktober 2025.


Ia yakin Indonesia akan menjadi negara yang kaya dan sejahtera melalui implementasi Pancasila dan UUD 1945 dengan benar. 

“Jadi insya Allah nanti semuanya kita akan (menuju) kejayaan ke depannya, Nusantara baru, Indonesia maju ini akan terwujud dimulai dari jalan Nusantara Raya ini,” jelasnya.

Aktivis senior Eggi Sudjana yang menjadi salah satu narasumber dalam dialog ini mengungkap kehebatan Bung Karno di masanya mampu membawa kemerdekaan Indonesia hingga negeri-negeri Asia-Afrika.

“Kekaguman saya dengan Bung Karno, dia telah meletakkan fondasi berbangsa dengan nama Pancasila,” ucap Eggi.

Kendati demikian Eggi menyayangkan ketika Bung Karno mengeluarkan Nasakom dalam implementasi Pancasila di era Demokrasi Terpimpin. Hal itu membuat pergeseran dalam sila kesatu hingga kelima di dalam Pancasila.

“Kritik kepada Soekarno secara sejarah membuat konsep nasakom. Masa agama sama Komunis bisa digabung? Makanya bangkrut Indonesia.  Makanya ke depan hanya satu cerita Indonesia, Indonesia bertakwa,” pungkasnya.  
                    

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya