Berita

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Jalan Berliku Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Mekkah

KAMIS, 09 OKTOBER 2025 | 00:07 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Proses pembangunan Kampung Haji Indonesia di Mekkah diakui tengah menghadapi proses panjang dan berliku.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengakui upaya tersebut jauh dari kata mudah karena seluruh lahan di kawasan sekitar Masjidil Haram telah dimiliki pihak lain.

“Jadi prosesnya sendiri, sebenarnya, tidak sesederhana itu. Sebenarnya, ini cukup rumit. Begini, ini tidak mudah. Orang-orang bilang, oh, kamu tinggal beli tanahnya saja. Tidak, tidak sesederhana itu,” kata Rosan dalam Hajj Conference di Jiexpo Kemayoran, Jakarta pada Rabu, 8 Oktober 2025. 


Menurut dia, timnya harus berulang kali melakukan pertemuan secara daring hingga beberapa kali datang ke lokasi untuk bisa mengikuti proses lelang lahan. 

Ia menjelaskan, pihak otoritas di Mekkah menetapkan sistem lelang untuk delapan kavling tanah berbeda, yang jaraknya bervariasi antara 400 meter hingga sekitar 3,5 kilometer dari Masjidil Haram. Namun, lahan-lahan tersebut bukan lahan kosong. 

Karena itu, lanjut Rosan, pihaknya juga harus bernegosiasi dengan para pemilik bangunan dan bisnis di area tersebut. Beberapa di antaranya bahkan bisa ikut menjadi pemegang saham dalam proyek itu. 

“Orang-orang di situ yang memiliki tanah, memiliki gedung, memiliki restoran, memiliki hotel, atau mereka bisa menjadi bagian dari pemegang saham tanah, misalnya,” jelasnya.

Setelah melalui kajian logistik dan teknis dengan sejumlah arsitek serta penasihat, Danantara akhirnya memilih satu bidang lahan berjarak sekitar 2 hingga 3 kilometer dari Masjidil Haram, dengan waktu tempuh sekitar 35 menit berjalan kaki.

Namun, proses tersebut belum selesai. Rosan mengaku kini harus bersaing dengan 90 penawar lain untuk memperebutkan kavling tersebut.

“Dia bilang, oh, ini kavling terbaik, semua orang ingin memiliki kavling ini. Saya bilang, benarkah? Ya. Ada berapa penawar? Dia bilang, ya, karena ini kavling terbaik. Ada 90 penawar,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, penawaran harus diajukan paling lambat 30 Oktober, lengkap dengan master plan, gambar, dan dokumen pendukung. Menurutnya, harga lahan telah ditetapkan, sementara penilaian pemenang akan bergantung pada kualitas perencanaan. 

“Harganya akan sama. Tapi, apa bedanya? Perbedaannya adalah perencanaan. Yang ingin saya sampaikan di sini, berdoalah bersama kita, karena ini tidak akan mudah. Tapi, kita selalu punya rencana cadangan. Kita, orang Indonesia, selalu punya rencana cadangan,” tegasnya.

Rosan juga mengungkapkan bahwa Kampung Haji akan dibangun sekitar 80 hektar. Lahan tersebut akan digunakan untuk menampung dan melayani kebutuhan jemaah haji dan umrah asal Indonesia agar lebih nyaman beribadah.


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya