Berita

Polri. (Foto: Istimewa)

Politik

MPSI: Reformasi Polri Tak Bisa Ditunda

JUMAT, 26 SEPTEMBER 2025 | 01:25 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Direktur Merah Putih Stratejik Institut (MPSI), Noor Azhari menegaskan, reformasi Polri harus menjadi salah satu prioritas utama di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. 

"Agenda pembenahan kepolisian kini berada dalam titik mendesak mengingat sorotan publik yang semakin kuat terhadap integritas, profesionalisme, dan efektivitas kinerja institusi tersebut," kata Noor dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat 26 September 2025. 

Menurut Noor, kasus penyalahgunaan wewenang, lemahnya akuntabilitas, hingga praktik impunitas yang masih terjadi membuat citra Polri di mata masyarakat menurun. 


Padahal, kata dia, Polri adalah institusi kunci yang memegang peran besar dalam menjaga keamanan dalam negeri sekaligus menopang stabilitas nasional.

“Reformasi tidak bisa lagi ditunda. Jika Presiden Prabowo ingin agenda besar pemerintah berjalan stabil, maka kepolisian harus dibenahi secara menyeluruh,” kata Noor. 

Ia juga menegaskan, keberhasilan agenda besar pemerintahan Prabowo-Gibran akan sulit dicapai jika tidak dapat mewujudkan Polri yang profesional. 

"Kita berharap Presiden mampu mewujudkan reformasi Polri ini. Jika tidak, bidang pembangunan maupun stabilitas nasional akan sulit tercapai tanpa adanya Polri yang profesional, bersih, dan dipercaya rakyat," pungkas Noor.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya