Berita

Mensesneg Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 19 September 2025 (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Istana Buka Peluang BUMN Dilebur ke Danantara

JUMAT, 19 SEPTEMBER 2025 | 18:30 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Spekulasi soal nasib Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) setelah ditinggal Erick Thohir terus bergulir. 

Pemerintah membuka peluang bahwa kementerian strategis yang membawahi ribuan perusahaan pelat merah itu bisa saja dilebur ke dalam Danantara.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut, wacana peleburan tersebut saat ini masih dalam tahap kajian internal pemerintah.


“Belum ada, belum. Nanti kita tunggu,” kata Prasetyo saat menjawab pertanyaan awak media terkait kemungkinan BUMN dilebur ke Danantara dalam konferensi pers di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, 19 September 2025.

Meski demikian, Prasetyo tak menutup adanya peluang ke arah sana.

“Ada kemungkinan. Tapi memang masih dalam proses kajian dan diskusi,” ujarnya.

Saat ditanya lebih lanjut soal pertimbangan pemerintah, Prasetyo menyebut banyak faktor yang tengah dianalisis. Salah satunya terkait efektivitas pengelolaan perusahaan negara jika berada langsung di bawah Danantara.

“Ya, karena kalau pertimbangannya banyak ya. Tapi salah satunya kan karena kemudian proses pelaksanaan pembinaan, manajemen perbaikan itu sekarang kan sedang dikerjakan teman-teman di Danantara,” jelasnya.

Sebelumnya, jabatan Menteri BUMN resmi kosong setelah Erick Thohir dilantik sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) pada Rabu, 17 September 2025. 

Terkait spekulasi peleburan BUMN ke Danantara, Erick mengaku tidak mengetahui rencana tersebut.

 “Saya nggak tahu nanti,” ucapnya singkat.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya