Berita

Pemakaman jenazah pekerja migran Indonesia (PMI) Rifa Hamidah yang meninggal karena sakit di Hongkong di Desa Semboro, Jember, Jawa Timur. (Foto: Dokumentasi Uya Kuya)

Nusantara

Uya Kuya Pulangkan Jenazah PMI Hongkong

MINGGU, 14 SEPTEMBER 2025 | 00:17 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Artis sekaligus politikus PAN Surya Utama atau yang dikenal dengan nama Uya Kuya bersama sang istri, Astrid Kuya, mengantarkan jenazah pekerja migran Indonesia (PMI) Rifa Hamidah yang meninggal karena sakit di Hongkong ke kampung halamannya di Desa Semboro, Jember, Jawa Timur.

“Sebetulnya proses pemulangan jenazah ini sudah dari sebulan yang lalu saat Miss Yuni menghubungi saya," kata Uya Kuya melalui keterangan elektronik di Jakarta, Minggu 14 September 2025.

Seperti diketahui, Uya Kuya besama sahabatnya, Miss Yuni, aktivis PMI Hongkong, selama empat tahun terakhir aktif dalam membantu PMI bermasalah, seperti sakit sampai pemulangan jenazah.


Keluarga almarhumah Rifa dan warga Jember sampai Pemda setempat mengucapkan terima kasih atas bantuan Uya Kuya dan Miss Yuni.

Uya Kuya memilih terus melakukan kegiatan sosial meski rumahnya dijarah sekelompok orang pada akhir Agustus 2025 lalu.

"Walaupun status saya (di DPR) sedang nonaktif, namun tidak mengurangi niat saya untuk membantu masyarakat, khususnya para PMI seperti yang sudah saya lakukan jauh dari sebelum saya jadi anggota DPR," kata Uya Kuya.

Soal video hoaks yang menimpanya, Uya Kuya menegaskan kebenaran pasti akan terungkap.

Sebelum ke pemakaman Rifa, Uya Kuya menyempatkan menengok Lilis, PMI Malaysia yang dulu pernah dipulangkannya dalam kondisi koma dan lumpuh.


Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya