Berita

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Dedi Prasetyo saat mengecek pasukan yang berjaga (Foto: RMOL/Humas Polri)

Presisi

Patroli Skala Besar TNI-Polri Jamin Rasa Aman dan Ketertiban

SENIN, 01 SEPTEMBER 2025 | 11:13 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Patroli gabungan berskala besar yang dilakukan Polri dan TNI pasca rangkaian demonstrasi bertujuan untuk menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Tujuannya jelas, menjamin keamanan masyarakat dari ancaman para perusuh dan pelaku anarkis. Kami hadir untuk melindungi setiap jiwa, setiap harta benda, dan setiap fasilitas milik rakyat,” tegas Wakapolri, Komjen Dedi Prasetyo di Jakarta, Senin, 1 September 2025.

Patroli gabungan berskala besar ini atas perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.


Sesuai arahan Kapolri, Komjen Dedi memastikan tidak ada ruang bagi anarkisme dan vandalisme. Petugas wajib melakukan patroli rutin hingga ke tingkat RT/RW demi memastikan lingkungan aman.

"Setiap pelaku yang memanfaatkan situasi untuk melakukan kejahatan, seperti penjarahan di rumah pribadi maupun fasilitas umum akan kami tindak tegas. Pengamanan seluruh markas kepolisian dan asrama polisi juga wajib dipertahankan dan diperkuat," sambung Wakapolri.

Di sisi lain, Wakapolri juga mengajak seluruh elemen masyarakat bersinergi menjaga lingkungan masing-masing. Sebab Polri tidak bisa bekerja sendirian, melainkan butuh kolaborasi bersama pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat.

"Masyarakat adalah mata dan telinga kami. Laporkan setiap aktivitas mencurigakan dan potensi gangguan ke Bhabinkamtibmas, Polsek, atau Polres terdekat," tutup Wakapolri.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

PKB Merawat NU Tanpa Campuri Urusan Internal

Kamis, 05 Februari 2026 | 18:01

Polisi: 21 Karung Cacahan Uang di TPS Liar Terbitan BI

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:56

Seskab: RI Belum Bayar Iuran Board of Peace, Sifatnya Tidak Wajib

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:51

Ekonomi Jakarta Tumbuh Positif Sejalan Capaian Nasional

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:46

Amdatara Gelar Rakernas Perkuat Industri Air Minum Berkelanjutan

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:30

Mahfud Sebut Sejarah Polri Dipisah dari Kementerian Hankam karena Dikooptasi

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:14

AHY Optimistis Ekonomi Indonesia Naik Kelas

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:13

Gaya Komunikasi Yons Ebit Bisa Rusak Reputasi DPN Tani Merdeka

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:08

Juda Agung Ngaku Mundur dari BI karena Ditunjuk Prabowo Jadi Wamenkeu

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:05

Tragedi Anak di Ngada Bukti Kesenjangan Sosial Masih Lebar

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:04

Selengkapnya