Berita

Gedung Universitas Indonesia. (Foto: Website UI)

Politik

UI Serukan Jaga Persatuan di Tengah Situasi Nasional Memanas

MINGGU, 31 AGUSTUS 2025 | 14:11 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Sivitas akademika Universitas Indonesia (UI) menyampaikan pernyataan sikap terkait dinamika sosial-politik yang tengah terjadi di Tanah Air.

Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, menegaskan bahwa seluruh masyarakat Indonesia perlu menahan diri dan menjaga ketenangan. 

“Kami mengimbau agar seluruh masyarakat Indonesia bisa tenang dan menahan diri,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 31 Agustus 2025.


Dalam pernyataan itu, UI meminta agar setiap aspirasi disampaikan dengan cara yang baik, bukan melalui tindakan yang merugikan seperti penjarahan maupun perusakan fasilitas publik. 
Menurutnya, aksi-aksi anarkis hanya akan membawa kerugian bagi bangsa dan negara.
UI juga mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk bertindak tegas serta menjalankan hukum tanpa pandang bulu. Langkah ini dinilai penting guna mengembalikan kepercayaan publik yang tengah terguncang.

Lebih lanjut, pihak kampus menekankan pentingnya kebijakan ekonomi yang pro-rakyat. 

“Diperlukan kebijakan yang mampu menyejahterakan masyarakat dan mengurangi beban hidup,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Rektor UI mengingatkan seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan dan kesatuan. 

“Persatuan adalah kunci agar bangsa ini tidak terpecah,” tegas Prof. Heri.

Dengan sikap ini, Universitas Indonesia berharap seluruh pihak dapat kembali menempatkan kepentingan bangsa di atas segalanya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya