Berita

Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Ova Emilia. (Foto: Tangkap Layar Youtube UGM)

Politik

Roy Suryo:

Klarifikasi UGM soal Ijazah Jokowi seperti Cuci Tangan

SENIN, 25 AGUSTUS 2025 | 04:26 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Mantan Menpora Roy Suryo mengkritisi pernyataan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Ova Emilia yang mengklaim bahwa ijazah sarjana milik Presiden ke-7 RI Joko Widodo adalah asli dan sah.

Roy Suryo mengaku wajib merespons video klarifikasi Rektor UGM tersebut karena menyinggung namanya.

“Saya wajib menjawab, karena satu-satunya nama di luar Jokowi yang disebut dalam video 33 menit itu adalah saya, pada menit ke-31 lebih 7 detik," kata Roy Suryo dalam wawancara bersama Kompas TV, dikutip Senin 25 Agustus 2025.


"Tapi lihatlah komentar di bawah video itu, banyak yang mengatakan UGM makin rancu. Saya sedih, karena UGM benar-benar tidak profesional,” sambungnya.

Menurutnya, baik pernyataan Rektor Ova Emilia maupun penjelasan dari akademisi UGM lainnya seperti Prof. Wening dan Dekan Fakultas Kehutanan tidak menunjukan bukti.

“Sepanjang penjelasan itu, tidak ada satu pun bukti yang ditunjukkan. Bahkan skripsi Jokowi yang seharusnya ranah publik juga tidak ditampilkan,” kata Roy Suryo.

Roy juga mengingatkan pernyataan Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, pada 24 Oktober 2022 yang pernah berani menunjukkan fotokopi ijazah Jokowi.

“Itu bukti bahwa dokumen pernah ada. Jadi aneh kalau sekarang UGM mengatakan semua berkas sudah disita polisi dan tidak ada salinan. Seharusnya kampus tetap memiliki pertinggal,” kata Roy Suryo.

Selain itu, lanjut Roy Suryo, pernyataan Rektor UGM di menit ke-3 lebih 55 detik justru memperlihatkan sikap kampus yang cuci tangan.

“Ova menegaskan hal-hal setelah kelulusan adalah tanggung jawab alumni. Itu kesannya buang badan, seolah tidak mau bertanggung jawab,” kata Roy Suryo.

Roy bahkan menuding UGM ambigu dalam kasus ijazah Jokowi.

“Mereka mengakui ada ijazah Jokowi, tapi yang kami teliti justru ada ijazah palsu yang mungkin dibuat di tempat lain," kata Roy Suryo.

"Sayangnya, UGM tidak mau mengungkap itu. Semua sudah kami jawab detail dalam buku Jokowi’s White Paper, di mana 99,9 persen skripsi dan ijazah Jokowi adalah palsu,” sambungnya.

Dalam pernyataannya dimuat melalui Youtube UGM, Ova Emilia memastikan UGM memiliki seluruh dokumen otentik terkait perjalanan akademik Joko Widodo. 

Catatan tersebut mencakup proses penerimaan mahasiswa, masa studi, hingga kelulusan. Menurutnya, Jokowi dinyatakan lulus pada 5 November 1985 dan menerima ijazah saat wisuda pada 19 November 1985.

“UGM sebagai institusi yang diberi mandat oleh negara telah menjalankan proses pendidikan sesuai dengan standar yang berlaku,” ujar Ova.

Lebih lanjut, Ova menekankan bahwa tanggung jawab universitas berakhir setelah seorang mahasiswa dinyatakan lulus dan menerima ijazah. Selanjutnya, penggunaan maupun perlindungan dokumen tersebut sepenuhnya berada di tangan alumni.

“Alumni adalah satu-satunya pihak yang memegang ijazah asli miliknya. Sehingga, penggunaan dan perlindungannya menjadi tanggung jawab alumni tersebut,” kata Ova.

Dengan pernyataan ini, UGM berharap dapat meluruskan informasi yang berkembang dan memastikan bahwa status keaslian ijazah Presiden Joko Widodo tidak perlu lagi diperdebatkan.




Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya