Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa. (Foto: Dokumentasi Pribadi)
Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa. (Foto: Dokumentasi Pribadi)
“21 Agustus memberi teladan tentang keberanian rakyat, sementara 23 September memberi kerangka kebijakan negara. Jika keduanya digabungkan, maka lahirlah narasi besar, bahwa negara hadir untuk melanjutkan perjuangan rakyat pesisir,” ujar Capt. Hakeng dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis malam, 21 Agustus 2025.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa nelayan pada masa awal republik telah menunjukkan pengorbanan luar biasa. Mereka mempertaruhkan nyawa, merebut kapal, menjaga pelabuhan, dan menguasai laut ketika negara belum memiliki pertahanan resmi.
Populer
Selasa, 15 September 2026 | 13:16
Kamis, 10 September 2026 | 05:04
Sabtu, 12 September 2026 | 06:08
Minggu, 13 September 2026 | 17:39
Selasa, 15 September 2026 | 09:40
Senin, 14 September 2026 | 21:57
Senin, 14 September 2026 | 17:28
UPDATE
Minggu, 20 September 2026 | 19:41
Minggu, 20 September 2026 | 19:29
Minggu, 20 September 2026 | 18:58
Minggu, 20 September 2026 | 18:48
Minggu, 20 September 2026 | 18:43
Minggu, 20 September 2026 | 18:18
Minggu, 20 September 2026 | 18:06
Minggu, 20 September 2026 | 17:50
Minggu, 20 September 2026 | 17:50
Minggu, 20 September 2026 | 17:28