Berita

Ilustrasi: sejumlah anggota Korps Polisi Militer berbaris pada upacara gelar operasi di Markas Pomdam IV/Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Rabu 16 Januari 2023. (Foto: FOTO ANTARA/R. Rekotomo/Koz/Spt/13)

Pertahanan

Panglima TNI Rombak Pimpinan Polisi Militer Tiga Matra

RABU, 20 AGUSTUS 2025 | 17:03 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan perombakan jabatan di lingkungan TNI, termasuk pucuk pimpinan pusat polisi militer (Puspom) di tiga matra.

Perombakan tercantum dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1102/VIII/2025 yang diterbitkan pada 15 Agustus 2025 dan ditandatangani Kepala Setum TNI Brigjen TNI Adek Chandra Kurniawan.

Berdasarkan keputusan Panglima TNI, posisi yang dirombak diantaranya adalah komandan Puspom yang dinilai krusial dalam penegakan hukum, disiplin, dan tata tertib di lingkungan TNI.


Di matra darat, jabatan Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad) kini dipegang Mayor Jenderal (Mayjen) Eka Wijaya Permana yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Danpuspomad. 

Sementara di matra laut, Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Danpuspomal) dipercayakan kepada Mayor Jenderal Harry Indarto. Sebelumnya, Harry menjabat sebagai Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL).

Adapun di matra udara, Marsekal Muda TNI Daan Sulfi ditunjuk memimpin Pusat Polisi Militer Angkatan Udara (Danpuspomau). Harry sebelumnya adalah Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kaskogabwilhan) III yang dia jabat sejak 29 April 2025 . 

Total ada 414 perwira tinggi yang mengalami mutasi. Terdiri dari 200 dari Angkatan Darat, 130 Angkatan Laut, dan 84 perwira tinggi Angkatan Udara.

"Bahwa rotasi jabatan tidak hanya sekadar pergantian posisi, melainkan bagian dari upaya sistematis untuk memperkuat organisasi dan menjaga profesionalisme prajurit," demikian keterangan resmi Pusat Penerangan TNI yang diterima RMOL di Jakarta, Rabu 20 Agustus 2025.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya