Berita

Presiden Prabowo Subianto di di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat, 15 Agustus 2025 (Foto: Youtube TV Parlemen)

Politik

Prabowo Sindir Publik: Salah Terus Diingat, Kebaikan Dilupakan

JUMAT, 15 AGUSTUS 2025 | 14:54 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menyinggung kecenderungan publik yang lebih mudah mengingat kesalahan dibandingkan kebaikan, saat menyampaikan pidato kenegaraan perdananya di Sidang Tahunan MPR 2025 di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat, 15 Agustus 2025.

Dalam pidatonya, Prabowo memaparkan capaian program makan bergizi gratis yang telah berjalan selama tujuh bulan, yang menurutnya memerlukan kerja keras dan koordinasi lintas sektor. 

Ia membandingkan pencapaian Indonesia dengan Brasil, yang butuh waktu lebih dari satu dekade untuk melaksanakan program serupa.


“Dalam tujuh bulan kita berhasil mencapai apa yang negara-negara lain butuh belasan tahun. Saya telah jumpa dengan Presiden Brasil dan mantan presiden Brasil, Brasil butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta makan bergizi gratis setiap hari,” kata Prabowo.

Ia menekankan bahwa keberhasilan ini hanya mungkin dicapai karena adanya kerja sama, komitmen, dan gotong royong seluruh pihak. Namun, ia menyayangkan budaya apresiasi yang masih kurang di masyarakat.

“Kita kadang-kadang kalau yang berbuat baik kita lupa ucapkan terima kasih, kalau yang berbuat salah kita tidak akan lupa-lupa, terus diingat,” ujarnya. 

Prabowo juga memberikan apresiasi kepada Kepala Badan Gizi Nasional dan seluruh jajaran yang telah bekerja maksimal, serta pihak-pihak yang terlibat dalam menjalankan program makan bergizi gratis, termasuk TNI, Polri, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, berbagai organisasi masyarakat, koperasi, hingga yayasan.

“Saya juga ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya makan bergizi gratis,” tutur Prabowo.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya