Berita

Pengamat politik Rocky Gerung. (Foto: YouTube Hendri Satrio Official)

Politik

Rocky Gerung: Gibran Bukan Harapan tapi Beban

JUMAT, 15 AGUSTUS 2025 | 14:31 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengamat politik Rocky Gerung menilai keberadaan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka justru menjadi beban atau liability bagi Presiden Prabowo Subianto dalam upaya mempercepat kemakmuran.

Hal ini diungkap Rocky dalam kanal YouTube Hendri Satrio Official, seperti dikutip redaksi di Jakarta, Jumat, 15 Agustus 2025.

“Gibran itu bukan harapan. Justru semua hal yang memungkinkan harapan presiden untuk mempercepat kemakmuran itu dibatalkan oleh adanya inkapasitas dari Gibran. Jadi Gibran itu adalah liability bagi Presiden Prabowo," kata Rocky.


Akademisi yang akrab disapa RG itu melanjutkan, Prabowo Subianto tentu akan bilang bahwa presiden dan wakil presiden adalah satu paket.

"Betul satu paket secara election, tetapi di dalam hari-hari ini kan ada secara election, ada decision. Nah, decision ini tidak mungkin diandalkan pada Gibran,” sambung Rocky.

Menurut mantan dosen ilmu filsafat Universitas Indonesia itu, jika Gibran ingin menjadi pemimpin di masa depan, ia perlu memperluas pengalaman dan pemahaman isu-isu strategis. 

“Gibran mungkin sangat bagus kalau pergi ke Papua lalu tinggal di sana lama supaya dia belajar tentang public policy, belajar soal HAM, belajar tentang global politik, belajar tentang isu lingkungan dan lokal kultur, dan macam-macam. Kalau dia ingin jadi pemimpin di masa depan,” tandas Rocky.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya