Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelegence)

Bisnis

Logam Kuning Lesu Tertekan Dolar AS

JUMAT, 15 AGUSTUS 2025 | 08:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas di bursa New York jatuh setelah data inflasi produsen Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari perkiraan dan penurunan klaim pengangguran.

Pasar tenaga kerja, yang menunjukkan tanda-tanda pelemahan, tetap kuat, karena jumlah warga Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun di bawah perkiraan dan laporan minggu sebelumnya.

Departemen Tenaga Kerja melaporkan klaim pengangguran mingguan lebih rendah dari ekspektasi, yaitu 224.000, dibandingkan proyeksi 228.000.


Indeks Dolar (DXY) naik 0,5 persen dari level terendah lebih dari dua minggu, membuat emas batangan kurang menarik bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. 

Dilaporkan Reuters, harga emas spot turun 0,5 persen menjadi 3.337,21 Dolar AS per ons pada perdagangan Kamis 14 Agustus 2025 waktu setempat. 

Emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Desember ditutup melemah 0,7 persen menjadi 3.383,2 Dolar AS. 

Trader sekarang cenderung memperkirakan penurunan suku bunga seperempat poin bulan depan dan akan kembali pada Oktober, memperkuat komentar petinggi the Fed, Mary Daly, yang menolak perlunya pelonggaran 50 basis poin pada September.

Emas yang merupakan tempat berlindung tradisional di masa-masa sulit ekonomi atau geopolitik, cenderung diuntungkan oleh suku bunga rendah.

Harga logam bervariasi, perak spot jatuh 1,3 persen menjadi 37,97 Dolar AS per ons. Platinum menguat 1,1 persen menjadi 1.354,33 Dolar AS. Sedangkan paladium melambung 2 persen menjadi 1.144,5 Dolar AS.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya