Berita

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Walikota Cirebon, Effendi Edo. (Foto: Tiktok @DediMulyadiOfficial)

Nusantara

Walikota Cirebon Batalkan Kenaikan PBB 1.000 Persen

JUMAT, 15 AGUSTUS 2025 | 06:10 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Walikota Cirebon, Effendi Edo memastikan akan membatalkan rencana kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang rencananya berlaku pada 2026.

Dalam sebuah video TikTok Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang beredar di grup WhatsApp Humas Pemkot Cirebon pada Kamis 14 Agustus 2025, Edo ditanya oleh Dedi mengenai waktu pelaksanaan kenaikan PBB hingga 1.000 persen.

Edo menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan keputusan yang diambil sebelum dirinya memimpin Pemerintahan Kota Cirebon, tepatnya pada masa Pj Wali Kota Cirebon tahun 2024.


Politisi Golkar Kota Cirebon tersebut memastikan kebijakan yang diputuskan era Pj Walikota pada tahun 2024 lalu tersebut akan dievaluasi dan dikembalikan seperti sebelum dinaikain menjadi 1.000 persen.

“Saya akan berpihak pada rakyat dan saya akan menurunkan kembali keputusan tahun 2024,” kata Edo dikutip dari RMOLJabar.

Diketahui sejumlah warga kota Cirebon menyuarakan penolakan kenaikan PBB yang melonjak hingga 1.000 persen.

Tokoh masyarakat Kota Cirebon, Darma Suryapranata (83), yang rumahnya di Jalan Raya Siliwangi ikut terdampak kebijakan tersebut, mengaku terkejut saat menerima tagihan PBB 2024.

“Awalnya saya tidak tahu. Setelah cek, ternyata tagihan saya Rp65 juta, padahal tahun 2023 hanya Rp6,3 juta. Naiknya sampai 1.000 persen. Saya kaget sekali,” kata Darma kepada wartawan, Rabu malam 13 Agustus 2025.

Sesepuh komunitas Tionghoa dan lintas agama Kota Cirebon tersebut menilai kebijakan ini muncul di saat kondisi ekonomi warga belum pulih pascapandemi Covid-19.

“Pemerintah bilang ekonomi tumbuh, tapi kenyataannya rakyat makin berat. Ini jadi beban besar,” kata Darma.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya