Berita

Jurnalis Al Jazeera, Anas Al -Sharif ketika melaporkan kondisi Gaza sebelum akhirnya dibunuh oleh Israel. (Foto: Al Jazeera)

Politik

Greenpress Indonesia Kecam Pembunuhan Jurnalis oleh Israel di Gaza

RABU, 13 AGUSTUS 2025 | 03:06 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Serangan udara Israel di Gaza kembali memicu gelombang kecaman dunia. Kali ini, Greenpress Indonesia angkat suara lantang mengecam pembunuhan dua jurnalis Al Jazeera, Anas Al-Sharif dan Mohammed Quraiqa, yang tewas saat meliput di depan Rumah Sakit Al-Shifa, Gaza, pada Minggu 10 Agustus 2025.

Tak hanya mereka, dua juru kamera, yakni Ibrahim Zaher dan Moamen Aliwa, serta seorang asisten, Mohammed Noufal, juga ikut meregang nyawa. Total korban mencapai tujuh orang dalam serangan yang disebut Greenpress sebagai “pembunuhan terhadap kebenaran”.

“Ini sudah genosida dan krisis kemanusiaan, bukan perang biasa lagi. Menargetkan wartawan yang mempertaruhkan nyawa untuk mengungkap realitas di Gaza adalah kejahatan perang,” kata Direktur Eksekutif Greenpress Indonesia, Igg Maha Adi dikutip dari siaran pers Greenpress Indonesia, Rabu 13 Agustus 2025.


Anas Al-Sharif dikenal sebagai salah satu jurnalis paling berani di Gaza. Liputannya kerap datang langsung dari garis depan di tengah gempuran bom. Pesan terakhirnya sebelum tewas bikin merinding:

“Saya tidak pernah ragu mengatakan kebenaran apa adanya… Jika Anda membaca ini, berarti Israel telah berhasil membunuh saya dan membungkam suara saya.”

Sekretaris Jenderal Greenpress Indonesia, Marwan Aziz, mendesak dunia internasional untuk tak tinggal diam.

“Kami menyerukan kepada pemerintah, organisasi internasional, dan masyarakat sipil di seluruh dunia untuk bersatu -- tidak hanya melindungi jurnalis tetapi juga menghentikan blokade ilegal Israel atas Gaza,” kata Marwan.

Greenpress menegaskan, blokade total yang dilakukan Israel telah memutus pasokan makanan, obat-obatan, dan bantuan kemanusiaan ke Gaza. Akibatnya, jutaan warga -- termasuk anak-anak -- terjebak dalam kelaparan massal dan bencana kemanusiaan yang disebut sebagai “buatan manusia”.

“Blokade ini adalah bentuk hukuman kolektif yang melanggar hukum internasional. Dunia tidak boleh membiarkan rakyat Gaza mati perlahan karena kelaparan dan kekurangan obat,” kata Marwan.

Greenpress menilai serangan terhadap tim Al Jazeera ini bukan insiden tunggal, melainkan bagian dari pola sistematis penargetan jurnalis di Gaza. Sejak perang pecah, lebih dari 180 jurnalis telah tewas -- menjadikan konflik ini salah satu yang paling mematikan bagi insan pers dalam sejarah modern.

“Ini adalah serangan langsung terhadap kebebasan pers, hak asasi manusia, dan nilai-nilai kemanusiaan itu sendiri. Membungkam suara kebenaran tidak akan bisa menutupi penderitaan rakyat Gaza,” tutup Igg Maha Adi.







Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya