Berita

Panglima Militer Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir memegang mikrofon/Net

Dunia

India Kecam Pernyataan Nuklir Pakistan, Tegaskan Ancaman Berbahaya

SELASA, 12 AGUSTUS 2025 | 13:21 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Hubungan India dan Pakistan kembali memanas setelah New Delhi mengecam pernyataan yang dilontarkan Panglima Militer Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, terkait ancaman penggunaan senjata nuklir di Asia Selatan.

Munir dilaporkan telah menyampaikan kalimat profokatif saat jamuan makan malam di Florida, Amerika Serikat akhir pekan lalu yang dihadiri lebih dari 100 orang.

"Kami adalah negara nuklir. Jika kami berpikir kami akan jatuh, kami akan membawa separuh dunia bersama kami," bunyi pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Reuters pada Selasa, 12 Agustus 2025.


Meski demikian, versi pidato yang dibagikan pejabat keamanan Pakistan tidak memuat frasa negara nuklir. 

“Pakistan adalah negara senjata nuklir yang bertanggung jawab dengan struktur komando dan kendali yang rumit di bawah kendali sipil penuh. Pakistan selalu menerapkan disiplin dan pengendalian diri saat menangani isu-isu penting seperti ini," isi rilis yang dibagikan Kementerian Pakistan. 

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, menyebut pernyataan yang dilaporkan itu sebagai bukti Pakistan tidak bertanggung jawab.

“Kekerasan nuklir adalah andalan Pakistan. Masyarakat internasional dapat menarik kesimpulannya sendiri tentang ketidakbertanggungjawaban yang melekat dalam pernyataan tersebut,” ujarnya.

Ia juga menilai waktu dan tempat penyampaian pernyataan tersebut sangat disayangkan. 

“Sangat disayangkan bahwa pernyataan yang dilaporkan tersebut disampaikan saat berada di negara ketiga yang bersahabat,” tambahnya.

Dalam versi pidato yang diklaim resmi, Munir justru menuding India telah meningkatkan ketegangan di kawasan. 

“Agresi (India) telah membawa kawasan ini ke ambang perang yang semakin meningkat, di mana konflik bilateral akibat salah perhitungan akan menjadi kesalahan besar,” kata Munir.

Ketegangan terbaru ini muncul setelah bentrokan paling mematikan dalam beberapa dekade pada Mei lalu, yang dipicu serangan terhadap turis di Kashmir India dan menewaskan 26 warga sipil. 

India dan Pakistan, dua negara bersenjata nuklir, memang memiliki sejarah panjang konflik dan saling tuduh terkait eskalasi keamanan di kawasan.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

IPW Dinilai Tidak Netral soal Evaluasi Pelaku Tambang Nikel

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:47

Megawati Kirim Bunga Buat HUT Gerindra sebagai Tanda Persahabatan

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:33

Tiga Petinggi PN Depok dan Dua Pimpinan PT Karabha Digdaya Resmi jadi Tersangka

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:13

Reaksi Menkeu Purbaya Ada Anak Buah Punya Safe House Barang Korupsi

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:37

Gerindra Sebar Bibit Pohon Simbol Keberlanjutan Perjuangan

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:25

Gus Yusuf Kembali ke Dunia Pesantren Usai Mundur dari PKB

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:15

Bahlil Siap Direshuffle Prabowo Asal Ada Syaratnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:12

Dasco Jaga Kenegarawanan Prabowo dari Ambisi Jokowi

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:05

PDIP Tak Masalah PAN dan PKB Dukung Prabowo Dua Periode

Jumat, 06 Februari 2026 | 21:53

KPK Dikabarkan Sudah Tetapkan 5 Tersangka OTT Depok

Jumat, 06 Februari 2026 | 21:29

Selengkapnya