Berita

Keledai Gaza/Net

Dunia

Keledai Gaza Diangkut ke Prancis, Sementara Warga Ditinggal Kelaparan

JUMAT, 08 AGUSTUS 2025 | 15:32 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sebuah operasi penyelamatan hewan yang dilakukan LSM Israel Starting Over Sanctuary menuai kecaman setelah diketahui menggunakan Bandara Liege di Belgia sebagai pusat transit untuk mengangkut puluhan keledai dari Gaza ke tempat perlindungan di Prancis. 

Kritik menguat karena evakuasi hewan ini dilakukan di tengah kelaparan massal dan krisis kemanusiaan yang memburuk di Gaza.

Menurut laporan media Belgia, pada akhir Juli kelompok tersebut telah menyelesaikan penerbangan kesepuluhnya, mengangkut 50 keledai melalui Liege menuju Prancis selatan.


“Bandara hanya menyediakan infrastruktur,” kata juru bicara Bandara Liege, Christian Delcourt, seraya menegaskan bahwa hewan-hewan itu singgah kurang dari 24 jam dan sebagian besar tiba dalam kondisi kesehatan buruk.

Pihak LSM mengklaim operasi ini netral dan murni kemanusiaan. 

“Kami dipandu oleh belas kasih dan rasa hormat yang mendalam terhadap kehidupan,” ujar Sharon Cohen, aktivis Israel yang memimpin Starting Over Sanctuary, seperti dimuat New Arab, Jumat, 8 Agustus 2025.

Ia menyebut kelompoknya telah mengevakuasi sekitar 600 keledai sejak Oktober 2023 melalui Flying Donkey Project.

Namun, laporan lembaga penyiaran publik Israel Kan menuduh tentara Israel mencuri ratusan keledai dari Gaza, bekerja sama dengan organisasi Israel serta mendapat dukungan dari pihak Belgia dan Prancis. 

Hewan-hewan tersebut, yang menjadi alat transportasi penting bagi warga Gaza akibat kelangkaan bahan bakar dan hancurnya infrastruktur, diduga dibawa keluar untuk mencegah penggunaannya dalam upaya rekonstruksi.

Kecaman juga membanjiri media sosial. Banyak yang mengecam tindakan Israel karena dinilai menyepelekan nyawa manusia. 

“Israel telah mencuri alat transportasi terakhir di Gaza, keledai. Bagi mereka, nyawa warga Palestina kurang berharga daripada hewan,” tulis kreator konten Ryan Rozbiani di X.  

Sementara itu, penulis dan penyair Palestina Mosab Abu Toha menyatakan: “Pendudukan berpura-pura peduli terhadap nyawa keledai sambil membunuh puluhan ribu warga Palestina.”

Di sisi lain, badan-badan kemanusiaan memperingatkan bahwa kelaparan kian meluas di Gaza. 

Juru bicara UNICEF, James Elder menyebut kelaparan dan dehidrasi kini menjadi dampak garis depan dari konflik, bukan efek samping. 

UNICEF mencatat hanya 40 persen fasilitas air minum yang masih beroperasi, dan kekurangan bahan bakar berisiko menutupnya sepenuhnya dalam beberapa minggu.

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

UPDATE

Jokowi Sedang Menciptakan Musuh Sendiri Lewat Keliling Indonesia

Minggu, 31 Mei 2026 | 08:17

Jemaah Haji Indonesia Diminta Tertib Menanti Jadwal Kepulangan ke Tanah Air

Minggu, 31 Mei 2026 | 07:44

Turun Gunung Jokowi untuk Gendong Gibran dan Kaesang

Minggu, 31 Mei 2026 | 07:37

Hari Raya Waisak, CFD Jakarta Diliburkan Sementara

Minggu, 31 Mei 2026 | 07:15

IPC TPK Perkuat Konektivitas Perdagangan Indonesia-China

Minggu, 31 Mei 2026 | 06:45

Paradoks Kekayaan Nasional

Minggu, 31 Mei 2026 | 06:23

Polda Jateng Izinkan Personel Tembak Begal di Tempat

Minggu, 31 Mei 2026 | 06:09

Anatomi Pembangunan Kapal Ideal

Minggu, 31 Mei 2026 | 05:41

BGN Tidak Pernah Menunjuk Calo Terkait Pembangunan SPPG

Minggu, 31 Mei 2026 | 05:21

KPK Diminta Jelaskan Arah Pengembangan Kasus Blueray Cargo

Minggu, 31 Mei 2026 | 05:04

Selengkapnya