Berita

Chief Indonesia and India Economist HSBC Global Research, Pranjul Bhandari/Tangkapan layar

Bisnis

Pelonggaran Fiskal dan Moneter Jadi Kunci Dongkrak Ekonomi RI 2025

JUMAT, 08 AGUSTUS 2025 | 14:34 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

HSBC Global Research menilai kombinasi pelonggaran kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi motor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025. 

Chief Indonesia and India Economist HSBC Global Research, Pranjul Bhandari, mengatakan bahwa setelah beberapa tahun kebijakan fiskal dan moneter cenderung ketat, tahun ini keduanya mulai dilonggarkan secara signifikan.

“Inflasi yang rendah membuat mata uang Rupiah stabil. Berkat itu, Bank Indonesia mampu menurunkan suku bunga sebesar 100 basis poin dalam beberapa kuartal terakhir,” ujarnya dalam HSBC - Indonesia Economy Outlook H2-2025 secara virtual pada Jumat, 8 Agustus 2025.


Phanjul memperkirakan ruang penurunan suku bunga masih terbuka hingga 75 basis poin dalam dua hingga tiga kuartal mendatang, yang menjadikannya salah satu siklus pelonggaran yang cukup dalam. Penurunan ini, lanjutnya, akan memengaruhi suku bunga kredit dan deposito.

“Dan begitu permintaan kredit mulai meningkat, PDB juga mulai meningkat. Jadi, kita sedang memulai proses itu sekarang,” jelasnya.

Di sisi fiskal, pemerintah juga melakukan pelonggaran melalui dua paket stimulus yang berfokus pada program kesejahteraan sosial. Untuk itu defisit anggaran tercatat naik dari 1,6 persen PDB pada 2023 menjadi hampir 2,8 persen PDB pada 2025.

“Itu adalah pelonggaran fiskal yang substansial dalam kurun waktu dua tahun. Jadi, jika kebijakan fiskal dan moneter dilonggarkan pada tahun 2025, apakah kita sudah mulai melihat dampak pertumbuhannya? Dan jawaban saya adalah ya, jika diperhatikan dengan saksama, memang sudah terlihat,” tandasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya