Berita

Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad/Ist

Politik

Kementerian Agama Tidak Serius Perbaiki Tata Kelola Haji

JUMAT, 08 AGUSTUS 2025 | 10:37 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, menyoroti pemeriksaan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam kasus dugaan korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2025 oleh KPK.

Abraham mengatakan bahwa masalah korupsi dalam penyelenggaraan haji bukanlah hal baru, dan terjadi akibat buruknya sistem tata kelola di Kementerian Agama.

"Jadi memang korupsi di jemaah haji itu dari tahun ke tahun itu selalu bermasalah. Pengelolaannya maksud saya selalu ada masalah, makanya masalah itu harus diperbaiki. Karena kalau masalah itu tidak diperbaiki maka dia berubah menjadi korupsi," kata Abraham Samad di kanal YouTube Hendri Satrio, Jumat, 8 Agustus 2025.


Ia menilai, lemahnya upaya perbaikan menyebabkan pelanggaran berulang terjadi dan kemudian berkembang menjadi tindak pidana korupsi.

"Misalnya dia cuma fraud kemudian akan jadi korupsi. Kira-kira begitu gambarannya," ujarnya.

Abraham mengaku belum mendapat informasi lengkap terkait kasus yang menyeret Yaqut. Namun, ia memberikan penilaian bahwa akar masalahnya ada pada sistem yang tak kunjung dibenahi.

"Kenapa ada permasalahan? karena rupa-rupanya Kementerian Agama tidak serius memperbaiki tata kelola pengelolaan haji. Kalau dia serius pengelolaan diperbaiki maka tidak timbul korupsi berulang-ulang. Berarti kalau berulang artinya bukan sekedar orang tetapi sistem yang tidak pernah dibenahi," tegasnya.

"Jadi kalau korupsi terjadi di situ dan tidak berulang itu berarti orangnya yang salah. Tapi ini kan silih berganti orang yang datang tetap terjadi korupsi di situ, artinya ada masalah dengan sistemnya. Tata kelolanya nggak beres," sambung Abraham.

Ia juga menyinggung pembentukan Badan Pengelola Haji oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu solusi untuk menciptakan pengelolaan yang lebih baik dan transparan.

"Maka mungkin salah satu solusi lewat badan pengelola haji supaya tidak lagi terjadi korupsi, supaya pengelolaannya lebih bagus, lebih transparan, lebih akuntabel sehingga dibentuklah itu," katanya.

Abraham menambahkan, peran menteri menjadi sorotan karena berada di titik strategis pengelolaan anggaran.

"Kenapa menteri yang terseret karena di kementerian kan ada pengelolaan anggaran. Sehingga ada anggaran yang tidak dikenal dengan semestinya Agus pengelolaannya, maka memang bisa cenderung dia bisa terjadi korupsi atau fraud," tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya