Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Bursa Eropa Berakhir Menguat, Tertinggi dalam Dua Pekan

JUMAT, 08 AGUSTUS 2025 | 07:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa mencatat kenaikan harian terbesarnya dalam lebih dari dua minggu pada penutupan perdagangan Kamis 8 Agustus 2025 waktu setempat. 

Investor terus mempertimbangkan laporan keuangan perusahaan yang beragam, tarif Amerika Serikat (AS), dan potensi terobosan untuk mengakhiri konflik Rusia-Ukraina.

Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup menguat 0,92 persen atau 4,98 poin menjadi 546,05, level tertinggi satu minggu, dengan indeks perbankan melambung 2 persen ke posisi puncak sejak 2010. 


Indeks DAX Jerman melesat 1,12 persen atau 268,14 poin menjadi 24.192,50. Di Jerman, produksi yang disesuaikan dengan harga di sektor manufaktur turun 1,9 persen pada bulan Juni dibandingkan dengan Mei, menurut data awal dari Kantor Statistik Federal, mencapai level terendah sejak Mei 2020 selama pandemi Covid lalu.

Indeks CAC Prancis menanjak 0,97 persen atau 74,29 poin menjadi 7.709,32.  

FTSE 100 Inggris jatuh 0,69 persen atau 63,54 poin menjadi 9.100,77. Di Inggris, harga rumah naik 0,4 persen pada bulan Juli dari Juni, kenaikan bulanan tertinggi sejak awal tahun, menurut indeks Harga Rumah Halifax. Harga naik 2,4 persen dari tahun sebelumnya.

Bursa saham Swiss ditutup naik 0,8 persen, dengan perusahaan farmasi Roche dan Novartis keduanya menguat karena sektor tersebut saat ini terhindar dari tarif yang lebih tinggi.

Sementara sektor finansial melambung, sektor pertahanan justru anjlok 2,3 persen, dengan perusahaan pertahanan Jerman Rheinmetall merosot 8 persen setelah gagal mencapai proyeksi penjualan kuartal kedua, sebagian karena penundaan pemberian kontrak pertahanan Jerman.

Saham teknologi menguat secara global karena perusahaan yang berkomitmen pada manufaktur Amerika, seperti Apple, akan terhindar dari tarif.

Saham produsen obat asal Denmark, Novo Nordisk dan Zealand Pharma, masing-masing meningkat 6,7 persen dan 4,7 persen setelah data pil penurun berat badan pesaing asal AS, Eli Lilly, tidak memenuhi ekspektasi.

Saham Allianz menguat 4,1 persen setelah perusahaan jasa keuangan tersebut membukukan kenaikan laba bersih kuartal kedua yang lebih baik dari perkiraan.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Dunia Film Berduka, Bintang Jurassic Park Sam Neill Meninggal Dunia

Senin, 13 Juli 2026 | 16:19

Kapolri dan Jajaran Sowan ke Cilangkap Perkuat Silaturahmi dengan Panglima TNI

Senin, 13 Juli 2026 | 16:16

Bincang Ringan di Cilangkap

Senin, 13 Juli 2026 | 16:10

Demokrat Minta Kasus Mantan Jampidsus Febrie Diserahkan ke KPK

Senin, 13 Juli 2026 | 16:06

DPR Buka Peluang Panggil Mahfud MD Bahas Dugaan Cacat Prosedur Kasus Febrie

Senin, 13 Juli 2026 | 16:02

Kemlu Pastikan Tidak Ada WNI yang Jadi Korban Kebakaran Maut di Bangkok

Senin, 13 Juli 2026 | 15:59

Rasio Defisit APBN 2026 Paling Tinggi Imbas Lonjakan Belanja Negara

Senin, 13 Juli 2026 | 15:53

Prabowo Diminta Ambil Langkah Strategis Atasi Ketegangan Polri-Kejaksaan

Senin, 13 Juli 2026 | 15:44

Polri Didesak Berantas Buzzer Penyebar Disinformasi soal Pengamanan Kejaksaan

Senin, 13 Juli 2026 | 15:30

Rakernas GPA Tegaskan Dukungan Penuh ke Prabowo dan Polri

Senin, 13 Juli 2026 | 15:16

Selengkapnya