Berita

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden AS Donald Trump/Bloomberg

Global

Perang Dagang Berakhir, Trump Umumkan Tarif Impor 15 Persen ke Uni Eropa

SENIN, 28 JULI 2025 | 10:55 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Ketegangan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa berakhir, setelah Presiden Donald Trump mengenakan tarif 15 persen.

Kesepakatan tersebut diumumkan usai Trump bertemu dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Turnberry, Skotlandia. Keduanya sepakat meneken perjanjian perdagangan baru yang mencakup pengenaan tarif langsung serta komitmen investasi jumbo.

Trump menyebut kesepakatan tersebut sebagai yang terbesar yang pernah dibuat, menyusul keputusan AS untuk menekan tarif menyeluruh terhadap impor dari 27 negara anggota Uni Eropa, termasuk mobil dan sejumlah barang lainnya.


“Kami sepakat bahwa tarif langsung untuk mobil dan barang lainnya akan menjadi 15 persen,” kata Trump dalam pernyataan resmi yang dikutip CNN, dikutip Senin, 28 Juli 2025.

Sebagai bagian dari perjanjian, negara-negara Uni Eropa akan membeli energi senilai 750 miliar Dolar AS dari Washington, serta mengucurkan investasi sebesar 600 miliar Dolar AS ke Negeri Paman Sam. 

Trump juga mengklaim semua negara Eropa akan membuka perdagangan bebas tarif dengan AS dan sepakat membeli peralatan militer dalam jumlah besar.

Selain itu, Uni Eropa juga menyatakan komitmennya untuk meningkatkan pembelian gas alam cair dari AS, dan berharap Washington bersedia membuka kembali kuota untuk baja Eropa masuk ke pasar Amerika.

Namun demikian, kesepakatan tersebut tetap menyisakan beberapa pengecualian tarif, di antaranya untuk sektor pesawat, kayu, serta minuman beralkohol kecuali anggur.

Sebelum kesepakatan ini dicapai, hubungan dagang kedua pihak sempat memanas. Sejak kembali menjabat presiden, Trump meluncurkan gelombang tarif tinggi terhadap Eropa dengan bea masuk 25 persen untuk mobil, 50 persen untuk baja dan aluminium, serta tarif dasar 10 persen yang sempat diancam naik menjadi 30 persen.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya