Berita

Presiden RI Prabowo Subianto/Sekretariat Presiden RI

Politik

Prabowo Respons Kasus Kematian Misterius Diplomat Kemlu

JUMAT, 25 JULI 2025 | 14:42 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menanggapi kasus kematian misterius seorang diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan (ADP), yang ditemukan tak bernyawa di sebuah kos mewah kawasan Menteng, Jakarta Pusat, awal Juli lalu.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden telah mengetahui kasus tersebut dan mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum.

“Beliau (Prabowo) tentunya sebagai Presiden menyerahkan kepada aparat penegak hukum untuk dilakukan penyelidikan sebaik-baiknya. Nanti kita tunggu hasilnya,” ujar Prasetyo kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat, 25 Juli 2025.


Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa pihaknya sejak awal telah mendukung penuh proses penyidikan yang dilakukan Kepolisian RI. 

Juru Bicara Kemlu RI, Roy Soemirat, menyampaikan bahwa Kemlu tidak berada dalam posisi untuk memberikan interpretasi apapun terkait hasil penyelidikan.

“Kemlu telah sepenuhnya menyerahkan proses pemeriksaan kepada Kepolisian RI, yang merupakan satu-satunya pihak yang berwenang menangani kasus ini,” ujar Roy melalui keterangan resmi.

Selain itu, menurut Roy, pihaknya telah membantu proses penyelidikan dengan memberikan hasil rekaman CCTV saat korban berada di kantor Kemlu RI.

“Sejak awal kejadian, yakni tanggal 8 Juli 2025, Kemlu telah memberikan dukungan dalam proses penyidikan Polri termasuk menyerahkan rekaman CCTV sesuai permintaan Kepolisian,” kata dia.

Arya ditemukan tewas mengenaskan di sebuah indekos mewah Menteng, Jakarta, pada Selasa, 8 Juli 2025.

Penemuan jasad korban berawal dari istri yang meminta pemilik indekos Gondia International Guest House, Jalan Gondangdia Kecil Nomor 22 mengecek kamar sebab tidak bisa terhubung sejak malam sebelumnya. 

Pintu kamar ditemukan dalam keadaan terkunci, dan setelah dibuka korban ditemukan dalam posisi tak wajar dengan kepala tertutup lakban plastik

Polda Metro Jaya menyampaikan bahwa penyelidikan terus berjalan tanpa hambatan, dengan pendekatan berbasis scientific crime investigation. 

Hingga saat ini, 15 saksi telah diperiksa dari berbagai latar belakang, termasuk keluarga, tetangga, hingga rekan kerja korban.

“Kompolnas sudah beraudiensi atau penyelidik juga beraudiensi dengan kompolnas, kemudian kompolnas juga sudah mendatangi TKP, kemudian dari Komnas HAM juga sudah melakukan pengecekan TKP bersama, kemudian audiensi juga pernah dilakukan penyelidik bersama Kementerian Polkam,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi.

Salah satu temuan penting adalah keberadaan korban di rooftop Gedung Kemlu pada malam sebelum kematiannya. CCTV menunjukkan bahwa korban berada di lantai 12 rooftop tersebut selama 1 jam 26 menit, dari pukul 21.43 hingga 23.09 WIB.

Korban terlihat membawa tas gendong dan tas belanja saat naik ke rooftop. Namun saat turun, tas-tas tersebut sudah tidak ada.

"Kemudian penyelidik menemukan fakta berdasarkan pengamatan CCTV, korban naik membawa tas gendong dan tas belanja. Kemudian saat turun, korban sudah tidak membawa tas gendong dan belanja," jelasnya.

Selain itu, proses autopsi di RSCM masih menunggu hasil visum lengkap, termasuk pemeriksaan toksikologi dan histopatologi, guna mengetahui ada tidaknya zat berbahaya atau penyakit dalam tubuh korban.

“Masih dikumpulkan terus, kumpulan fakta, kesesuaian, apa yang dilakukan korban di sana," imbuh Ade Ary.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

UPDATE

KKB dan Ancaman Nyata terhadap Kemanusiaan di Papua

Jumat, 20 Maret 2026 | 05:59

Telkom Turunkan 20 Ribu Personel Amankan Layanan Telekomunikasi

Jumat, 20 Maret 2026 | 05:40

Salat Id Sambil Menikmati Keindahan Gunung Sumbing dan Sindoro

Jumat, 20 Maret 2026 | 05:19

PKS Minta DPR dan Pemerintah Rombak APBN 2026

Jumat, 20 Maret 2026 | 04:55

Ketika Gerakan Rakyat Kehilangan Akar

Jumat, 20 Maret 2026 | 04:35

BGN Perketat Pengawasan Sisa Pangan dan Limbah MBG

Jumat, 20 Maret 2026 | 04:15

Tokoh Perempuan Dorong Polri Telusuri Dugaan Aliran Dana Asing

Jumat, 20 Maret 2026 | 03:59

Arsitek Penyelesaian Kasus HAM Masa Lalu di Timor Leste

Jumat, 20 Maret 2026 | 03:33

Pertemuan Prabowo-Megawati Panggilan Persatuan di Tengah Kemelut Global

Jumat, 20 Maret 2026 | 03:13

Pengamanan Selat Bali

Jumat, 20 Maret 2026 | 02:59

Selengkapnya