Berita

Peserta didik menikmati Makan Bergizi Gratis/Ist

Politik

Program MBG Langkah Nyata Menuju Indonesia Emas 2045

MINGGU, 20 JULI 2025 | 08:38 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat capaian signifikan dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. 

Dalam kurun waktu 6,5 bulan sejak diluncurkan secara nasional pada 6 Januari 2025, program ini telah melayani 6,2 juta sasaran di seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah dalam waktu 6,5 bulan kita sudah bisa mencapai target dan ini adalah milestone (tonggak capaian) yang ketiga," kata Kepala BGN, Dadan Hindayana, lewat keterangan resminya, Minggu, 20 Juli 2025.


Layanan MBG disalurkan melalui 2.007 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur makan bergizi gratis yang tersebar di berbagai wilayah. 

Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi lokal, dan penciptaan lapangan kerja.

Anggota Komisi IX DPR RI, Teti Rohayatiningsih, menyebut MBG sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masa depan generasi muda. 

“Program Makan Bergizi Gratis ini merupakan cita-cita lama Presiden untuk mewujudkan Generasi Emas 2045,” kata Teti.

Direktur Promosi dan Edukasi Gizi BGN, Gunalan, menambahkan bahwa MBG dirancang sebagai solusi menyeluruh atas berbagai tantangan struktural seperti stunting, kemiskinan, dan ketimpangan ekonomi. 

“Melalui MBG, pemerintah juga mendorong penciptaan lapangan kerja baru dan pemberdayaan ekonomi lokal,” jelasnya.

Program MBG diproyeksikan menjadi pilar penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 dengan mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi di tingkat global.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya