Berita

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno/Ist

Politik

Eddy Soeparno: Kesepakatan IEU-CEPA Jadi Game Changer Perdagangan

SELASA, 15 JULI 2025 | 18:16 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Perundingan perjanjian dagang Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) akhirnya rampung. 

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen yang secara langsung mengumumkan kesepakatan perjanjian dagang tersebut.

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menilai, rampungnya perundingan substansi (IEU-CEPA) sebagai tonggak bersejarah dalam transformasi perdagangan Indonesia.


Eddy menjelaskan, perjanjian ini akan menghapus tarif bea masuk hingga 80 persen untuk produk ekspor Indonesia ke pasar Uni Eropa hanya dalam kurun waktu 1 hingga 2 tahun sejak perjanjian berlaku.

"Kesepakatan ini akan menjadi game changer dalam investasi dan perdagangan kita. Indonesia tidak hanya memperoleh akses pasar yang lebih luas di Eropa, tetapi juga memperkuat posisi tawar kita dalam rantai pasok internasional," ujar Eddy kepada wartawan, Selasa 15 Juli 2025.

Sektor-sektor strategis seperti tekstil, alas kaki, produk perikanan, kopi, kakao, serta kelapa sawit akan menjadi penerima manfaat utama dari tarif nol persen ini. 

Eddy menilai, efek berantainya akan sangat besar bagi peningkatan ekspor, penciptaan lapangan kerja, dan pemberdayaan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

"Kita berpotensi mengalami peningkatan ekspor lebih dari 50 persen dalam 3-4 tahun ke depan. Tapi ini tidak otomatis terjadi tanpa kesiapan sektor domestik, terutama dari sisi kualitas produk, daya saing, dan kepatuhan pada standar keberlanjutan Uni Eropa," tuturnya.

"Oleh karena itu aspek lingkungan hidup dan pemanfaatan energi terbarukan dalam proses produksi barang ekspor Indonesia perlu mendapatkan perhatian khusus," tambahnya.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum PAN ini mendorong pemerintah untuk segera menyelesaikan proses legal scrubbing dan ratifikasi agar perjanjian bisa berlaku mulai akhir 2026. 

Ia juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan di sektor industri, harmonisasi standar produk, serta fasilitasi pembiayaan bagi pelaku usaha nasional agar mampu memenuhi permintaan pasar Eropa yang ketat.

"Ini sejalan dengan visi Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk menjadikan Indonesia sebagai Raja Energi Hijau Dunia. IEU–CEPA adalah jembatan menuju diplomasi ekonomi hijau yang inklusif," pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya