Berita

Terdakwa Hasto Kristiyanto/RMOL

Hukum

Jaksa KPK: Pledoi Berisi Keterangan Anak Buah Hasto yang Sudah Diatur

SENIN, 14 JULI 2025 | 17:27 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Nota pembelaan atau pledoi yang disampaikan terdakwa Hasto Kristiyanto di persidangan hanya mengambil keterangan saksi yang meringankan dari kader PDIP.


Begitu disampaikan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat menanggapi pledoi terdakwa Hasto dalam replik yang dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin 14 Juli 2025.

Menurut Jaksa KPK, Wawan Yunarwanto, terdakwa Hasto dan tim penasihat hukum (PJ) menolak pembuktian seluruh unsur pasal dakwaan dalam analisa yuridis surat tuntutan JPU dengan memberikan dalil-dalil yang dikonstruksikan tanpa didukung alat bukti yang cukup dengan menyatakan terdakwa tidak memiliki motif untuk mencegah dan merintangi penyidikan perkara atas nama tersangka Harun Masiku.

Menurut Jaksa KPK, Wawan Yunarwanto, terdakwa Hasto dan tim penasihat hukum (PJ) menolak pembuktian seluruh unsur pasal dakwaan dalam analisa yuridis surat tuntutan JPU dengan memberikan dalil-dalil yang dikonstruksikan tanpa didukung alat bukti yang cukup dengan menyatakan terdakwa tidak memiliki motif untuk mencegah dan merintangi penyidikan perkara atas nama tersangka Harun Masiku.

"Maupun seolah-olah tidak pernah melakukan pemberian suap kepada Wahyu Setiawan selaku Komisioner KPU bersama-sama Agustiani Tio Fridelina," kata Jaksa Wawan.

Selain itu, kata Jaksa Wawan, terdakwa Hasto dalam pledoinya dikonstruksikan seolah-olah sama sekali tidak mengetahui bagaimana upaya-upaya yang telah dilakukan terdakwa bersama-sama Donny Tri Istiqomah, Saeful Bahri, dan Harun Masiku.

Tujuannya supaya Wahyu Setiawan selaku Komisioner KPU mengupayakan agar KPU mengakomodir permohonan DPP PDIP mengenai pergantian caleg terpilih dapil Sumsel 1 atas nama Riezky Aprilia kepada Harun Masiku berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA).

"Meminta saksi Riezky Aprilia untuk mundur. Melakukan pergantian antarwaktu atau PAW dari saksi Riezky Aprilia kepada Harun Masiku berdasarkan surat DPP PDIP surat nomor 224/X/DPP/XII/2019 tanggal 6 Desember 2019 perihal permohonan pelaksanaan fatwa Mahkamah Agung yang ditandatangani oleh Ketua Umum PDIP dan terdakwa selaku Sekretaris Jenderal PDIP," jelas Jaksa Wawan.

Jaksa Wawan menilai, pledoi terdakwa dan tim PH disusun hanya berdasarkan keterangan Nurhasan, Kusnadi, Saeful Bahri, dan Donny Tri Istiqomah yang berkesesuaian dengan keterangan terdakwa.

"Karena saksi Nurhasan, saksi Kusnadi, saksi Saeful Bahri dan saksi Donny Tri Istiqomah telah terungkap di persidangan memiliki kedekatan dan sebagai orang kepercayaan terdakwa," tutur Jaksa Wawan.

Tak hanya itu, kata Jaksa Wawan, pledoi Hasto juga mengutip fakta hukum yang menguntungkan pada putusan pengadilan terdahulu dalam perkara yang telah inkracht, tanpa mempertimbangkan adanya bukti baru yang telah menjadi fakta hukum yang terungkap di persidangan, berdasarkan alat bukti yang sah, yang telah memberikan bukti hukum yang sangat meyakinkan tentang kebenaran bahwa terdakwa telah melakukan tindak pidana mencegah, dan merintangi penyidikan perkara atas nama tersangka Harun Masiku, dan tindak pidana korupsi pemberian suap sesuai dengan dakwaan JPU.

"Pembuktian perbuatan terdakwa tersebut semakin meyakinkan kita terdakwa memberikan keterangan di persidangan dan nota pembelaan terdakwa dan tim PH terdakwa mengakui dan membenarkan bahwa terdakwa telah mengupayakan Harun Masiku di KPU agar menjadi anggota DPR RI menggantikan Riezky Aprilia sesuai keputusan partai," kata Jaksa Wawan.

"Walaupun KPU telah menyatakan secara tegas, surat yang diajukan DPP PDIP kepada KPU tidak memiliki landasan hukum untuk dilaksanakan, dan tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," sambungnya.



Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya