Berita

Pelaku penyerangan brutal terhadap guru dan tenaga kesehatan di Distrik Anggruk, Yahukimo/Ist

Hukum

Penyerangan Brutal Guru dan Nakes di Yahukimo Terafiliasi KKB

SABTU, 12 JULI 2025 | 13:12 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Satreskrim Polres Yahukimo menangkap delapan pelaku penyerangan brutal terhadap guru dan tenaga kesehatan di Distrik Anggruk, Yahukimo pada pertengahan bulan Maret lalu. 

Kedelapan pelaku merupakan bagian dari kelompok KKB yang dikenal sebagai Batalyon Eden Sawi Yali di bawah komando Ohion Helembo alias Bapa Simpan. Kelompok ini berafiliasi langsung dengan Kodap XVI Yahukimo pimpinan Elkius Kobak.

Dari delapan yang ditangkap, tiga di antaranya terbukti sebagai tersangka, yakni atas nama Aris Pahabol, DH, dan NS. Sementara lima orang lainnya masih dalam proses pendalaman. 


"Pelaku yang terlibat akan kami proses secara tegas dan profesional. Tindakan kekerasan terhadap guru dan tenaga kesehatan tidak bisa ditoleransi karena mereka adalah simbol kemanusiaan dan pelayanan,” tegas Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani, Sabtu, 12 Juli 2025.

Senada dengan Brigjen Faizal, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes  Yusuf Sutejo menyebut penangkapan ini bukti kerja keras aparat menjaga stabilitas keamanan di Papua Pegunungan.

“Kami mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi. Aparat keamanan hadir untuk melindungi masyarakat dan menindak tegas kelompok-kelompok yang mengganggu kedamaian,” ujar Kombes Yusuf.

Kendati sudah menangkap delapan pelaku, tim investigasi mengejar sisa anggota kelompok bersenjata yang diduga kuat terlibat dalam aksi biadab tersebut.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya