Berita

Ilustrasi/Istimewa

Bisnis

MIND ID Dukung Antam Genjot Ekonomi Nasional Lewat Hilirisasi

RABU, 09 JULI 2025 | 13:04 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID mendukung PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dalam memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional melalui berbagai inisiatif hilirisasi strategis. 

Sejumlah proyek yang dijalankan secara terintegrasi sehingga menjadi motor penggerak yang kuat bagi peningkatan investasi sekaligus industrialisasi berbasis sumber daya alam di dalam Negeri.

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menyampaikan bahwa MIND ID sebagai strategic active holding memiliki tugas untuk mendorong Anggota MIND ID, khususnya Antam, untuk mengeksplorasi potensi pengembangan usaha sekaligus membangun integrasi yang erat di dalam Grup, serta dengan pelaku industri manufaktur nasional dan global.


Diharapkan manfaat yang dihasilkan dari penguatan kinerja operasional Antam tidak terbatas pada pencapaian kinerja keuangan, tetapi lebih luas yakni mampu memberikan manfaat besar bagi penguatan kinerja ekonomi nasional.

Maroef menekankan selama 57 tahun, Antam pun telah konsisten memperkuat rantai nilai industri pertambangan dalam negeri. Perusahaan terus memantapkan posisinya sebagai perusahaan berdaya saing global, yang mampu memberi kontribusi maksimal bagi Negeri.

“Kami percaya Antam akan terus memperkuat perannya sebagai penggerak hilirsasi, yang tidak sekadar membangun proyek, tapi menciptakan peradaban yang berkelanjutan bagi masa depan Indonesia,” katanya.

Selama perjalanannya, Antam telah konsisten memperkuat rantai nilai industri pertambangan dalam negeri. Melalui kolaborasi dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), Antam mengembangkan proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat, dengan kapasitas 1 juta ton alumina per tahun. Proyek ini menjadi bagian penting dalam upaya swasembada aluminium nasional.

Di komoditas emas, Antam memperkuat kemitraan dengan PT Freeport Indonesia dengan menyerap 30 ton emas per tahun dari smelter Freeport di Gresik, dan sebanyak 125 kg emas telah dikirim ke Antam pada awal tahun ini untuk memenuhi kebutuhan investasi di pasar domestik. Inisiatif ini pun mendukung kemandirian pasokan dan penghematan devisa negara.

Sementara dalam sektor nikel, Antam menjadi inisiator dalam pembangunan enam proyek hilirisasi di Halmahera Timur dan Karawang untuk mendukung pengembangan ekosistem industri baterai kendaraan listrik. 

Proyek ini ditargetkan mampu memproduksi hingga 15 GWh sel baterai per tahun, mencukupi kebutuhan sekitar 300 ribu kendaraan listrik, sekaligus mendukung dekarbonisasi dan pengurangan impor bahan bakar fosil.

Maroef menegaskan, seluruh inisiatif ini dijalankan dengan prinsip pertambangan yang baik. Antam menjalankan program reklamasi dan reforestasi yang progresif, dan meraih dua PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk Unit Bisnis Emas Pongkor dan Bauksit Tayan.

Program pemberdayaan juga konsisten diperkuat oleh Antam, termasuk penyediaan lapangan kerja sekitar tambang guna mendukung penghidupan masyarakat daerah yang lebih layak, melalui berbagai program pembinaan UMK.

Hingga 2024, Antam telah membina UMK sebanyak 4.580 dan 662 di antaranya merupakan UMK binaan baru yang akan dibina agar mampu meningkatkan skala bisnis dan ikut serta dalam memberdayakan masyarakat daerah.

Maroef menekankan, dengan berbagai inisiatif strategis tersebut, Antam mampu mencatat laba bersih sebesar Rp3,6 triliun pada tahun buku 2024 dan telah membagikan dalam bentuk dividen  sebesar 100% dari laba tersebut. 

“Semua pencapaian ini menjadi pijakan Antam untuk terus memperbesar kontribusinya. MIND ID akan terus mendukung peran Antam dalam penguatan hilirisasi dan penciptaan manfaat nyata bagi negara dan masyarakat,” pungkas Maroef.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya