Berita

Koalisi Masyarakat Sipil membentangkan spanduk saat Komisi X DPR rapat bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 2 Juli 2025/Ist

Politik

Fadli Zon Tercengang Diteriaki Koalisi Masyarakat Sipil saat Rapat di DPR

RABU, 02 JULI 2025 | 14:05 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kejadian tak terduga terjadi saat Menteri Kebudayaan Fadli Zon hendak menjawab pertanyaan dari para anggota Komisi X DPR dalam rapat kerja yang berlangsung di Gedung Parlemen Senayan, Rabu 2 Juli 2025.

Koalisi Masyarakat Sipil tiba-tiba memasuki ruang rapat Komisi X DPR dan membentangkan spanduk serta poster di pagar balkon. Mereka menyerukan agar Fadli Zon menghentikan niatnya untuk menulis ulang sejarah nasional.

"Hentikan pemutihan sejarah," teriak salah satu anggota koalisi. 


“Dengarkan suara korban," timpal lainnya.

"Tolak gelar Pahlawan Soeharto," seru yang lainnya.

Fadli Zon tampak tercengang mendengar gelombang protes tersebut. Sedangkan, Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian meminta Koalisi Masyarakat Sipil untuk menghentikan aksi mereka.

"Ya silahkan kembali ke tempat masing-masing. Pamdal tolong diamankan," timpal Lalu.

Di luar ruang Komisi X, perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil, Jane, mengatakan kedatangan mereka untuk memprotes dan meminta agar proyek penulisan sejarah dihentikan. 

Koalisi Masyarakat Sipil mengaku sangat mengecam pernyataan Fadli Zon yang juga menyebut tak adanya pemerkosaan massal 1998.

"Kami hari ini melakukan sebuah interupsi berupa aksi simbolik untuk memprotes adanya penghentian pemutihan sejarah dan juga mengecam adanya pernyataan Fadli Zon yang mengatakan bahwa pemeriksaan massal adalah rumor dan peristiwa 1998 itu tidak ada buktinya," ujarnya.

“Kami hadir untuk mengecam serta memberikan teguran kepada Fadli Zon itu sendiri untuk kemudian meminta maaf kepada publik dan juga mengakui kesalahannya," sambungnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya