Berita

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), EstherĀ SriĀ Astuti/RMOL

Politik

INDEF: Prabowo Punya PR Berat Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

RABU, 02 JULI 2025 | 11:33 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto dinilai tidak mudah untuk dicapai di tengah tekanan ekonomi global yang kian tak menentu.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, menegaskan banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dibereskan pemerintah agar ambisi pertumbuhan tinggi tersebut tidak sekadar menjadi janji politik belaka.

"Untuk menjawab tantangan pertumbuhan ekonomi 8 persen itu maka harus banyak yang harus dibenahi, apalagi kalau kita lihat gonjang-ganjing akibat perang dagang 2.0. Itu salah satunya adalah PHK, kemudian neraca perdagangan yang tertekan, dan satu lagi tentunya tekanan fiskal," kata Esther dalam Seminar Nasional Kajian Tengah Tahun INDEF pada Rabu 2 Juli 2025.


Ia menyebutkan bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya bahkan sudah memberi sinyal koreksi terhadap target pertumbuhan ekonomi tahun ini, dari 5,2 persen menjadi hanya 5 persen. Namun, menurutnya, kondisi riil di lapangan sangat mungkin lebih rendah dari itu.

"Kita lihat bahwa adanya defisit fiskal dari 2,5 persen menjadi 2,7 persen akan berdampak pada porsi pembayaran utang terhadap PDB yang naik menjadi 40 persen," ujarnya.

Lebih jauh, Esther mengingatkan bahwa tekanan fiskal tidak hanya berdampak pada anggaran nasional, tetapi juga bisa menimbulkan efek berantai ke berbagai sektor termasuk pengurangan belanja kementerian/lembaga (KL) dan transfer ke daerah.

"Kalau kita cermati lagi dalam data tersebut ternyata belanja KL dan transfer ke daerah pun juga akan berkurang. Ini tidak hanya tantangan bagi nasional tapi juga daerah, dan punya dampak yang luar biasa," tuturnya.

Esther juga menyoroti potensi memburuknya kepercayaan publik jika pemerintah terus mengeluarkan kebijakan yang tidak disertakan dengan data dan dengan kepentingan tertentu.

"Maka saya takut ya, ini pertumbuhan ekonomi 8 persen tadi hanyalah mimpi belaka," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya