Berita

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi/Net

Global

Menlu Iran Akui Fasilitas Nuklir Alami Kerusakan Parah

JUMAT, 27 JUNI 2025 | 11:57 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Iran untuk pertama kalinya secara resmi mengakui tingkat kerusakan besar yang dialami fasilitas nuklirnya setelah serangan udara Amerika Serikat terhadap tiga lokasi strategis pada akhir pekan lalu.

Pengakuan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menyebut kerusakan tersebut signifikan dan serius.

“Saya harus mengatakan, kerugiannya tidak sedikit, dan fasilitas kami telah rusak parah,” ujar Araghchi dalam wawancara eksklusif dengan televisi pemerintah Iran, seperti dimuat New York Times pada Jumat, 20 Juni 2025.


Ia menyebut Organisasi Energi Atom Iran masih mengawasi kerusakan dan kerugian dari serangan yang menyasar fasilitas nuklir di Fordo, Natanz, dan Isfahan.

Pernyataan Araghchi menjadi pengakuan paling blak-blakan dari pihak Iran, berbeda dengan pernyataan sebelumnya dari Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. 

Dalam rekaman video, Khamenei mengecilkan dampak serangan tersebut dengan mengatakan bahwa serangan terhadap fasilitas nuklir Iran tidak berdampak apapun dan klaim Presiden AS Donald Trump bahwa situs-situs itu telah dilenyapkan terlalu dibesar-besarkan. 

Dalam wawancara yang sama, Araghchi juga menyinggung kemungkinan penghentian kerja sama Iran dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yang selama ini menjadi pengawas program nuklir Iran di bawah kesepakatan internasional. 

Ia mempertanyakan apakah inspektur badan PBB itu akan diizinkan kembali masuk ke fasilitas-fasilitas nuklir Iran.

“Iran tidak akan menyambut kunjungan Direktur Jenderal Rafael Grossi saat ini,” tegasnya.

Langkah tersebut mendapat landasan hukum setelah Dewan Wali Iran menyetujui RUU yang disahkan parlemen berhaluan garis keras, yang secara efektif akan melarang seluruh bentuk kerja sama dengan IAEA sebagai tanggapan terhadap serangan AS. 

Meski Presiden Masoud Pezeshkian belum memutuskan untuk mengesahkan RUU tersebut, Menlu Araghchi menyatakan komitmen pemerintah terhadap aturan baru itu.

“Tidak diragukan lagi, kami berkewajiban untuk menegakkan undang-undang ini. Mulai sekarang, hubungan Iran dengan badan tersebut akan mengambil bentuk yang berbeda," ujarnya.

Ketidakjelasan kini menyelimuti nasib program nuklir Iran. Belum ada kepastian mengenai apa yang terjadi dengan sekitar 400 kilogram uranium yang telah diperkaya, jumlah yang cukup untuk memproduksi 10 senjata nuklir jika dimanfaatkan untuk tujuan militer. Belum diketahui pula apakah sentrifugal canggih milik Iran selamat dari serangan.

Sementara itu, para analis menilai Iran sedang memainkan strategi ketidakpastian strategis dalam diplomasi nuklirnya. 

“Iran ingin merahasiakan semuanya, untuk memastikan mereka dapat memainkan permainan poker diplomatik tentang tingkat kerusakan pada lokasi tersebut dan nasib tumpukan uranium yang diperkaya,” ujar Sina Azodi, pakar program nuklir Iran dari Universitas George Washington.

Meski Presiden Trump dan utusan khusus Timur Tengah-nya, Steve Witkoff, menyatakan bahwa Iran dan AS akan segera kembali ke meja perundingan, Araghchi membantah telah ada kesepakatan apa pun.

“Apakah kita akan kembali berdiplomasi dengan Amerika Serikat atau tidak, sekarang sedang dipertimbangkan dan akan bergantung pada kepentingan nasional kita,” ucap Araghchi.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya