Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Ada 20 Ton Emas yang Sudah Masuk Bullion Bank

KAMIS, 19 JUNI 2025 | 12:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kegiatan simpan emas di perbankan atau bullion bank di Indonesia saat ini terus berkembang. 

Deputi bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Ferry Irawan, mengungkapkan, setidaknya sampai 31 Mei sudah ada 20 ton emas yang masuk dalam ekosistem.

Menurutnya, pemerintah saat ini tengah mendorong hilirisasi mineral untuk memutar roda ekonomi Indonesia. 


Ia mencontohkan seperti hasil emas yang dihasilkan oleh Freeport yang biasa diekspor, diharapkan bisa dimanfaatkan di dalam negeri dengan adanya bullion bank.

"Jadi dari para produsen emas domestik ini kita harapkan bisa masuk ke bank bullion," katanya, dalam acara CNBC Indonesia Economic Update 2025, di Hotel Borobudur, Jakarta, dikutip Kamis, 18 Juni 2025. 

"Ini kita harapkan bisa berputar di ekonomi kita. Realisasinya per 31 Mei itu. OJK sudah beri layanan kepada Pegadaian dan BSI. Sampai 31 Mei ada sekitar 20 ton emas yang masuk sistem ekonomi kita, yang diharapkan bisa berputar, apakah bentuknya pinjaman, trading, dan seterusnya" kata Ferry. 

Ferry berharap adanya bullion bank ini menambah likuiditas dan fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Dalam paparannya, terlihat beberapa perkembangan produk dan layanan emas di Pegadaian hingga 31 Mei 2025. Yaitu fasilitas gadai dan cicil memiliki nilai outstanding mencapai Rp 74,11 triliun, atau meningkat Rp 2 triliun dari awal tahun 2025.

Kemudian fasilitas tabungan emas sudah mencapai 13,2 ton emas, yang mengalami peningkatan 2,9 ton dari awal tahun. 
Begitu juga dengan fasilitas deposito emas yang naik 1,1 ton menjadi 1.248 ton, titipan emas korporasi yang naik 2 ton hingga kini menjadi 2,9 ton, dan pinjaman modal kerja emas sudah mencapai Rp 408,85 miliar atau 250 kg sejak diresmikan 26 Februari 2025 lalu.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya