Berita

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono/RMOLJabar

Politik

Ono Surono Dukung Dedi Mulyadi Ogah Rapat di Hotel

SABTU, 14 JUNI 2025 | 03:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, menegaskan, rapat pemerintah di hotel bukanlah cara yang efektif untuk menyelesaikan persoalan rakyat.

Ia pun menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang tetap melarang aparat pemerintah daerah berkegiatan di hotel, meski pemerintah pusat telah memperbolehkannya.

"Pemprov Jabar kan telah melakukan pemangkasan terhadap anggaran rapat di hotel maupun perjalanan dinas. Jadi, saat ini sudah tak ada lagi anggaran untuk membiayai rapat-rapat dinas maupun badan di lingkungan Pemprov Jawa Barat, meski Kemendagri memperbolehkan," kata Ono dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Jumat, 13 Juni 2025.


Bagi Ono, rapat lebih baik digelar di lokasi-lokasi sumber persoalan masyarakat seperti kawasan permukiman kumuh, persawahan, sungai, atau bahkan gorong-gorong. Ia melihat tempat-tempat tersebut sebagai ruang diskusi yang lebih relevan untuk merumuskan solusi konkret.

"Saya pun mendorong jika DPRD tidak menggelar rapat di luar provinsi. Lebih baik rapat dilakukan di kantor DPRD Jawa Barat atau seluruh dapil (daerah pemilihan) di Jawa Barat," tambah Ketua DPD PDIP Jabar tersebut.

Sebelumnya, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi alias KDM menegaskan, kebijakan tidak menggunakan hotel untuk kegiatan pemerintahan tetap berlaku di lingkungan Pemprov Jabar. 

Ia memprioritaskan penggunaan fasilitas kantor yang telah tersedia, agar anggaran bisa difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

"Terkait dengan kebijakan yang kembali memperbolehkan aparat pemerintah daerah untuk mengadakan rapat di hotel, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetap memutuskan untuk tidak mengikuti kebijakan tersebut. Kami meminta seluruh bupati dan wali kota di Jawa Barat untuk menggunakan fasilitas kantor yang sudah tersedia," pungkas Dedi Mulyadi.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya